Search

+
bahasa-pemrograman
5 Bahasa Pemrograman untuk Virtual Reality

Teknologi Virtual Reality (VR) sedang berkembang pesat. Dia membawa penggunanya ke sebuah dimensi baru dengan VR headset. Sebagai penggunanya, kita dibuat seolah-seolah mendapatkan pengalaman baru tanpa batas. Semuanya dikembangkan dengan bahasa pemrograman yang kita gunakan sehari-hari.

Tentu membuat VR ini tidaklah mudah. Para programmer perlu memahami dan menggunakan teknik coding yang rumit dan komputer yang canggih. Sekalipun begitu, teknologi ini akan terus menerus berkembang karena menguntungkan para pengusaha. Apalagi industri games. Kalau sudah begitu, siapa yang akan menulis codingnya?

Survey sudah membuktikan, bila Anda ingin bekerja di industri games, ada dua bahasa coding yang paling sulit dipelajari yaitu C# dan C/C++. Alasannya game engine yang paling populer seperti Unity dan Unreal Engine berdasar pada pemrograman ini. Dan kedua engine itu sangat mendukung pembuatan VR.

Hal bagus dari perangkat VR ini sendiri adalah mereka memiliki SDK (software developer’s kits) yang bagus. Jadi kamu cukup menguasai salah satu bahasa saja. Mari kita mencari tahu lebih dalam beda kedua bahasa coding ini.

 

C#

Buat Anda yang baru saja memulai, belajar game engine Unity adalah pilihan terbaik. Saat ini Unity adalah game engine paling populer di dunia. Untuk Unity, C# lebih populer digunakan dalam pembuatan aplikasi. C# bekerja dengan baik baik di PC maupun MAC begitupula aplikasi VR.

Sekalipun menggunakan C# tidaklah mudah di games engine paling populer. Namun di sini terdapat jaringan desainer-desainer games ternama di mana Anda bisa tanya jawab dengan mudah.

 

C++

Unreal Engine lebih kuat dan stabil dibanding Unity. Dia boleh dibilang versi yang lebih matang dari engine sebelumnya dan lebih sulit untuk dipelajari. Bahasa yang dipilih oleh mesin ini adalah C++. Bila Anda ingin membuat games yang sederhana, C# mungkin cukup. Namun untuk games yang lebih rumit, kamu butuh Unreal dan C++.

Setiap platform terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setiap engine memiliki versi gratisannya sendiri. Unreal bisa Anda unduh dengan gratis dan menggunakannya untuk pengembangan game, edukasi, arsitektur dan visualisasi, film dan animasi. Namun Anda perlu membayar 5% royalti dari penjualan dan setelah pembayaran $ 3000 per produk setiap 3 bulan.

Berbeda dengan Unity, dia menyediakan paket personal yang gratis atau paket profesional. Paket yang kedua itu bisa dibayar langsung $1500 atau $75 per bulan. Anda tinggal memilih engine dan sistem pembayaran yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Selain C# dan C++, Java dan JavaScript juga cukup populer digunakan.

 

Java

Java yang dikembangkan oleh SUN bekerja dengan baik untuk mengembangkan aplikasi VR yang tidak berbau games. Seperti C#, pemrograman yang menggunakan object-oriented ini juga bisa berfungsi dengan baik di PC dan MAC. Dan untungnya, buat Anda yang lulusan jurusan sistem informatika, pasti mempelajari Java.

Sekalipun bahasa yang satu ini tampak tua, namun dia cukup kokoh. Dia bisa membantu update software lebih gampang. Java juga memungkin aplikasi VR menghasilkan gambar 3D di VR dan membaca pergerakan badan. Keren juga yak.

 

JavaScript

Buat Anda yang sering mengaduk-ngaduk programming di situs, pastinya Anda memahami JavaScript. Coding yang satu ini mudah dipahami dan banyak digunakan. Dia juga memilih syntax yang hampir sama dengan C. Bahasanya juga dipahami oleh hampir semua browser termasuk WebVR. Jadi kalau Anda ingin membuat aplikasi VR untuk web, Anda bisa menggunakan JavaScript.

Bahasa ini begitu mudah sehingga Anda tidak mungkin kesulitan untuk mempelajari bahasa internet ini. Selain itu, buat Anda yang baru belajar dunia VR ataupun memasuki dunia programming, JavaScript memang pilihan terbaik untuk pemula.

 

Pyhton

Selain ke 4 bahasa pemrograman yang populer untuk pembuatan aplikasi VR. Pyhton juga termasuk bagus untuk pengembang aplikasi pemula. Dia juga sangat gampang untuk dipelajari karena bahasanya sangat “to the point”. Dia juga memungkin pengguna untuk mengembangkan aplikasi dengan beberapa baris saja.

Orang yang mempelajari Python juga lebih gampang transisi ke C#. Jadi programmer juga tidak butuh penyesuaian terlalu banyak dalam menggunakan bahasa C.

 

Kalau Anda memiliki anak-anak yang tertarik membuat games, dia bisa belajar coding seperti Blockly terlebih dahulu. Lewat bahasa pemrograman ini, anak-anak akan lebih mudah diarahkan untuk belajar Python dan Javascript. Ikutkan saja mereka ke kursus coding anak iBiG Academy kalau Anda melihat dia memiliki potensi di dunia teknologi.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us