Search

+
tips-berkarier-di-bidang-UI-dan-UX
7 Tips Berkarier Di Bidang UI Dan UX

Ingin beralih karier di bidang UI atau UX? Bisa saja. Kalau kita mau singsingkan lengan, belajar dengan tekun baik secara teori maupun praktek terus menerus. Selain itu, kita perlu mengetahui tips berkarier di bidang UI dan UX dari iBiG Academy.

Sebelum beralih karier di bidang desain, kita perlu menyadari kalau ‘Desain itu dipelajari’ bukan masalah kelahiran. Desain adalah mengenai penyelesaian masalah. Jadi kita perlu menjadi orang-orang yang menyukai masalah dan memecahkannya.

Desain memiliki banyak area. Sebut saja UI, UX, desainer grafis, desainer produk, information architect, interaction designer dan masih banyak lagi. Kita hanya perlu tahu kira-kira spesialisasi yang kita inginkan. Tetapi biar tidak terlalu melebar, mari kita cari tahu karier UI/UX designer terlebih dahulu.

 

1. Kita perlu familiar dengan prinsip-prinsip UI

Sebelum membuat desain, kita perlu belajar prinsip-prinsip desain. Dari sinilah kita bisa memasuki dunia desain dan mulai berpikir kreatif. Kita akan belajar aspek psikologi dari desain; penyebab sebuah game yang menarik dan gagal.

Beberapa prinsip-prinsip dasar yang perlu kamu ketahui:

1. Warna

Warna adalah bagian penting dalam hidup kita. Warna bisa mengatur lalu lintas. Di dunia periklanan, warna menarik perhatian dan menstimulasi ketertarikan yang sulit dilakukan oleh elemen-elemen lain. Warna juga menunjukkan status.Di Timur Tengah, para bangsawan diasosiasikan dengan warna ungu. Di Asia, warna merah dan kuning adalah lambang Raja.

Beberapa pertanyaan yang bisa kita pikirkan dalam penggunaan warna:

  • Apakah warna di desain membuat desain enak dilihat atau menyakitkan mata? Apakah kita membaca dengan jelas tulisan di gambar tersebut?
  • Apakah desainnya terlalu dingin atau hangat untuk sebuah pesan yang mau kita sampaikan? Kita bisa kombinasikan keduanya sehingga terjadi keseimbangan.
  • Apakah desain kita bekerja baik dengan warna hitam dan putih? Jika iya, kita bisa melakukan eksperimen kedua warna itu untuk membuat desainnya lebih bagus
  • Jika kita desain situs atau aplikasi, kita perlu memastikan apakah warna-warna ini memberikan efek ke penggunaan situs atau aplikasi?

 

2. Seimbang

Dalam membuat desain yang seimbang, kita perlu memahami prinsip simetris dan asimetris. Simetris berarti kita membuat keseimbangan antara blok tulisan yang satu dengan yang lain sehingga memberi kesan seperti cermin. Simetris ini bisa dicapai dengan penggunaan warna dan tipografi.

Prinsip asimetris menyeimbangkan sebuah layout tanpa perlu membuat kesan cermin. Layout yang satu ini memang lebih sulit untuk didesain tetapi menarik perhatian orang-orang yang melihatnya. Kita bisa membuat kesan asimetris yang seimbang dengan menaruh beberapa obyek kecil di satu sisi dan obyek besar di sisi lainnya. Atau satu sisi memiliki obyek yang gelap dan obyek yang terang di sisi lainnya.

 

3. Kontras

Kontras terjadi ketika dua elemen pada sebuah halaman itu berbeda. Misalkan, warna tulisan dan background berbeda. Misalkan sebuah font yang besar, berani dan gelap dikombinasikan dengan sans-serif yang sederhana.

Namun penggunaan kontras ini sangat penting. Karena kontras menarik bagi mata. Kontras juga membantu organisasi informasi. Kontras juga menciptakan fokus.

 

4. Tipografi

Tipografi adalah kemampuan untuk memilih font dan membuat tulisan yang nyaman dibaca di situs atau aplikasi. Kita perlu memperhatikan header, tulisan, white space, konsistensi, ketebalan tulisan, menekankan elemen-elemen yang penting, merapikan informasi, memiliki margin yang tepat dan enak dibaca.

 

5. Konsisten

Konsisten adalah molekul terpenting dalam DNA sebuah desain. Konsisten membuat orang yang membaca lebih gampang menangkap konteks dan belajar hal-hal baru tanpa kesulitan. Konsisten juga mengurangi kebingungan dan membuat hidup kita lebih efisien. Konsisten perlu dicapai di 4 area yaitu visual, fungsi, kemampuan mempelajari produk dan bisa digunakan ke sistem-sistem lainnya.

 

2. Belajar UX Process Yang Kreatif

Setelah kita memahami UI, kita perlu mengerti UX. UX pun dibagi menjadi 4 fase yaitu Discover, Define, Develop dan Deliver.

Discover: Fase permulaan dari sebuah proyek. Desainer akan memulai penelitian, mendapatkan inspirasi dan mendapatkan lebih banyak ide-ide.

Define: Pada fase ini, seorang designer akan mempertajam ide yang ditemukan pada masa Discover. Mereka akan membuat creative brief dari sini.

Develop: Seorang desainer pada tahapan ini akan membuat, prototype, test dan mengubah sebuah konsep atau solusi. Kita akan berhadapan dengan proses trial dan error untuk perbaikan dan mengasah ide-idenya.

Delivery: Tahapn terakhir ini berarti projek ini telah difinalisasi, diproduksi dan di-launching.

 

3. Melatih mata agar lebih jeli dalam desain

Memahami prinsip desain sangatlah penting tetapi seringkali prinsip ini tidaklah cukup. Kita harus melatih mata kita untuk melihat desain yang bagus dan jelek untuk identifikasi kekuatan dan kelemahannya.

Cara paling efektif melatih mata adalah lewat inspirasi. Kita melakukan banyak penelitian dan melihat desain-desain yang lain sebelum membuat desain kita sendiri. Hal ini sangat membantu kita yang masih pemula.

 

4. Membaca artikel desain setiap harinya

Kita perlu membiasakan diri untuk membaca berita tentang desain dan blog setiap harinya. Banyak sekali artikel yang tersedia secara online bagi kita untuk memahami tren, kasus dan tutorial. Tidak ada proses belajar yang paling baik selain dari pengalaman-pengalaman orang lain.

 

5. Membuat proyek untuk diri kita sendiri

 Latihan membuat kita semakin terlatih setiap harinya. Dan kita tidak ada pekerjaan atau klien untuk melatih pengalaman. Tetapi tanpa pekerjaan atau proyek, kita tidak bisa melatih diri kita sendiri. Jadi ambilah salah satu situs dan aplikasi yang kita sering pakai dan mendesainnya kembali menjadi sesuatu yang kita lihat bakal lebih baik.

 

6. Mengetahui tools web design yang bagus.

Banyak sekali aplikasi dan tools yang akan membantu desain UI / UX. Baca artikel iBiG Academy tentang aplikasi UI / UX yuk.

 

7. Mentor dan dimentor

Salah satu cara belajar terbaik adalah diajar dan mengajar. Masukan dan komentar yang bisa tanggapi dengan positif justru bisa membuat kita melatih kemampuan dan membuat karya kita lebih baik.

 

Sekian tips berkarier di bidang UI dan UX. Ingin melatih kemampuan UI dan UX kamu, iBiG Academy menyediakan kursus web design loh. Silahkan bertanya ke hello@ibigacademy.com.

 

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us