Search

+
kursus-coding-anak
8 Bahaya Pengaruh Gadget Pada Anak

Anda pasti pernah mendengar kalau sejumlah pengusaha teknologi kelas dunia; Bill Gates, Tim Cook, Evan Williams, almarhum Steve Jobs dan lain-lain membatasi penggunaan gadget pada anak. Mereka mengobservasi dan menyadari bahaya pengaruh gadget pada anak mereka.

Para pengusaha ini pun menerapkan batasan-batasan mengenai penggunaan gadget. Bill Gates hanya memberikan ponsel pada anak-anak dia ketika mereka menginjak usia 14 tahun. Evan Williams yang memiliki Twitter justru membiasakan anaknya membaca buku dibanding e-book. Bahkan Chris Anderson, CEO 3D Robotics melarang anaknya menggunakan teknologi sama sekali.

Anda pasti mulai berpikir, kenapa mereka membatasi penggunaan gadget pada anak? Seorang dokter anak dan ahli perkembangan anak asal Amerika bernama Cris Rowan menyatakan penggunaan gadget lebih baik diberikan pada anak usia 12 tahun. Inilah hasil-hasil dari observasi yang telah dia temukan:

1. Gangguan sosial

Dampak gadget pada anak yang pertama adalah gangguan sosial komunikasi mereka. Mereka asyik sendiri dengan dunianya mereka yaitu gadget sehingga mereka jarang berinteraksi dengan orang-orang lain termasuk kepada orang tua.

Kosakata mereka sangat terbatas karena jarang berbicara dan sulit ekspresikan emosinya dengan benar. Mereka juga kesulitan memberikan empati dan simpati terhadap orang lain. Bila gangguan ini terus menerus diabaikan maka dia akan kesulitan memiliki teman.

2. Menghambat perkembangan fisik

Anda pasti jarang melihat anak-anak bermain gadget sambil bergerak-gerak. Mereka biasa akan duduk diam, mata terfokus ke layar dan sesekali menggerakkan jari-jari mungil mereka. Akibatnya mereka mengalami hambatan dalam perkembangan fisik. Mereka kurus dan kurang sehat. Rata-rata anak yang terlalu lama bermain game mengalami kegemukan dan gangguan konstipasi.

Sebuah survey juga membuktikan kalau anak-anak yang bermain gadget di kamarnya mengalami peningkatan obesitas hingga 30%. Akibatnya resiko stroke pun bisa terjadi bila dibiarkan oleh orang tua.

3. Pertumbuhan otak yang tidak seimbang

Golden Age adalah masa-masa perkembangan otak sedang bagus-bagusnya. Namun mereka yang terpapar teknologi mengalami pertumbuhan otak melebihi kecepatan yang sewajarnya. Anak-anak pecinta gadget ini menyerap banyak informasi dan gagal mengembangkan kognitifnya.

Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang kesulitan fokus sehingga sulit mengerti pelajaran yang dibagikan. Karena mereka tidak bisa memahami informasi yang diberikan, mereka tidak bisa berpikir kritis apalagi memecahkan masalah secara kreatif.

Selain itu anak-anak yang terbiasa mendapatkan segala sesuatu dengan cepat; misalkan klik 1 atau 2 tombol 1-2 untuk menonton video, membuat mereka tumbuh menjadi anak impulsif dan tidak mampu mengendalikan diri.

4. Kurangnya produktifitas

Kalau kita sedang asyik melakukan sesuatu, kita memiliki kecederungan untuk menunda hal-hal yang sebenarnya lebih penting. Begitu pula yang terjadi dengan anak-anak yang asyik bermain game. Mereka sering menunda-nunda untuk melakukan pekerjaan rumah mereka atau mempelajari kembali mata pelajaran yang telah dibagikan. Alhasil, mereka jarang memiliki prestasi secara akademis.

5. Gangguan tidur

Gangguan tidur kerap dialami oleh anak-anak yang bermain gadget di kamar tidurnya. Tanpa sepengetahuan orang tua, mereka bermain gadget hingga larut dan bisa saja mereka tidak tidur sama sekali. Kurang tidur membuat mereka ngantuk di sekolah. Mereka juga tidak mampu belajar karena kelelahan. Prestasi belajar pun menurun.

Gangguan tidur juga terjadi akibat cahaya layar dari gadget yang dimainkan. Seorang profesor dari Universitas Monash, Shantha Rajaratnam menyatakan kedekatan cahaya dari layar gadget bisa menganggu siklus tidur. Bila dibiarkan, gangguan mata juga bisa terjadi.

6. Kecanduan

Kesadaran akan bahaya kecanduan game telah membuat pemerintah beberapa negara membuat tempat rehabilitas. Gadget atau games telah mengubah gaya hidup mereka. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan gadget atau perangkat elektronik lainnya dan melupakan kebutuhan dasar mereka seperti makan, mandi, minum dan bahkan tidur. Kecanduan ini bisa berakibat fatal yaitu kematian.

7. Agresif

Anda pasti pernah mendengar terjadinya penembakan massal yang terjadi di luar negeri. Anda perlu ketahui kalau penyebabnya adalah game yang penuh kekerasan. Anak-anak yang terus menerus bermain games yang penuh kekerasan, membuat pikiran mereka berisi hal-hal yang agresif. Mereka bisa berkata kasar, tidak memiliki sopan santun, membunuh, memperkosa, menganiaya dan lain-lain seburuk game yang sering mereka mainkan.

8. Radiasi

Ponsel memancarkan radiasi 2B. Yaitu sebuah radiasi yang bisa memicu kanker pada tubuh. Anak-anak memiliki sistem imun yang lebih rendah dibanding orang dewasa, sehingga mereka jauh lebih mudah terkena radiasi.

Pengaruh gadget pada anak memang bisa buruk. Namun Anda pasti memikirkan kalau anak-anak tidak bisa bertumbuh terpisah dari teknologi. Sebagai orang tua, Anda bisa membatasi waktu penggunaan bermainnya dan juga mengarahkan kesenangan mereka ke kelas kursus coding anak.

Kenapa kursus coding anak? Karena di dalam kelas ini, anak-anak diajak membuat game yang mereka senangi sambil mengasah kemampuan matematika, konsep berpikir komputerisasi dan logika.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us