Search

+
animator-animator-indonesia
9 Animator Animator Indonesia Yang Mendunia

Beberapa orang tua sering meremehkan anak-anak yang memiliki cita-cita di bidang seni. Kita mengira anak-anak mereka yang memiliki kecerdasan spasial hanya akan menjadi seorang pelukis atau guru lukis dengan gaji kecil. Eits, jangan salah. Siapa tahu anak-anak ini nantinya termasuk dalam kumpulan animator animator Indonesia yang mendunia. Siapakah mereka?

Animator adalah orang-orang yang suka menggambar dan memiliki kemampuan menghidupkan gambar. Bila kita melihat film-film di layar lebar baik kartun maupun tidak, selalu ada unsur animasi di dalamnya. Animasi inilah yang menimbulkan efek-efek yang membuat kita tercengang.

Sekalipun perkembangan animasi di Indonesia masih belum terlalu pesat dibanding negara-negara lainnya. Namun bukan berarti kita tidak bisa menghasilkan animator-animator yang mumpuni. Simak yuk para animator yang sudah mengharumkan nama Indonesia ini.

 

Michael Reynold Tagore

Saat kita membaca IMDB, kita pasti mendapati nama Reynold Tagore. Pemilik nama lengkap Michael Reynold Tagore sudah banyak terlibat sebagai Texture Artist di berbagai film populer Hollywood. Beberapa film garapannya adalah trilogi The Hobbits, Dawn of the Planet of the Apes, The Wolverine, Man of Steel, Iron Man 3, The Maze Runner, Superman Dawn of Justice, Happy Feet 2 dan Fast Furious 7.

Perjalanan Michael untuk menjadi animator tidaklah mudah. Sejak kecil orang tuanya menentang hobi menggambarnya karena melukis dianggap tidak berguna. Tetapi Reynold tidak melupakan impiannya. Dia kerap mencuri waktu untuk menyalurkan hobinya. Pada masa kuliah, dia mendalami ilmu desain grafis di Universitas Tarumanegara. Lalu dia mengambil S2 di University of Technology Sydney.

Dia terus menerus mengasah kemampuan desain dan menambah jaringannya. Sekalipun dia ditolak berkali-kali oleh banyak perusahaan, tapi dia sekarang sudah bergabung ke dalam salah satu perusahaan bergengsi di Selandia Baru. Weta Digital adalah pemasok film-film box office di Hollywood.

 

Wira Winata

Siapa yang tidak mengenal tokoh Snoopy dan teman-temannya? Betul, mereka adalah tokoh kartun dari Peanuts karya Charles Schulz yang sudah mendunia. Wira Winata adalah salah seorang animator Indonesia yang terlibat di dalam The Peanuts Movie berkat guru sekolah onlinenya, Nick Bruno. Nick Bruno ini adalah Supervising Animator di Blue Sky Studios.

Kisah Wira Winata ini juga menarik. Dia sendiri tidak pernah mengambil kelas animasi spesifik namun dia suka menggambar sejak kecil. Lewat kesenangannnya akan animasi, dia bertemu dengan teman-teman yang sehobi saat kuliah di Pasadena, Amerika. Di tahun terakhir masa kuliahnya, dia dan teman-teman membuat animasi dengan modal nekad.

Siapa sangka modal nekadnya itu mempertemukan dia dengan berbagai pekerja seni terkenal dari Disney, Dreamworks dan Blizzard. Dari sanalah dia mengumpulkan ilmu dan akhirnya bekerja mengembangkan usaha di bidang animasi.

 

Griselda Sastrawinata

Griselda Sastrawinata sangat menyukai film-film Disney. Sejak kecil dia suka menonton Sleeping Beauty, Aladdin, Lady in Tramp dan Little Mermaid. Kesukaannya membuat dia bermimpi memiliki karier di Disney.

Pada saat dia duduk di kelas 2 SMA, wanita kelahiran 1982 ini memutuskan untuk kuliah di Art Center College of Design, Pasadena. Seusai kuliah, dia mendapatkan kontrak kerja di DreamWorks Animation. Di sana, dia terlibat dalam banyak fil seperti Shrek Forever After, Puss in Boots, How to Train Your Dragon, Kung Fu Panda 2 dan Home.

Keinginan dia bekerja di Disney tidak pernah pupus. 9 tahun kemudian, impian dia terjawab lewat film Moana. Dia bekerja sebagai visual development artist bagian desain karakter dan kostum. Saat ini Griselda sedang mengembangkan film Frozen 2.

 

Rini Triyani Sugianto

Film The Avengers adalah film-film paling ditunggu oleh penonton. Dan siapa sangka kalau animator Indonesia, Rini Sugianto terlibat di dalamnya. Kisah Rini Sugianto ini cukup unik. Rini pada awalnya tertarik belajar 3D untuk membuat bangunan di Universitas Parahyangan. Siapa sangka kesenangan barunya membawa dia ke dunia animasi.

Saat ini Rini berkerja di Weta Digital Selandia Baru di departemen animasi. Wanita ini telah menggarap film-film The Adventure of Tin Tin, The Desolation of Smaug, Ted 2, Iron Man 3, trilogi Hobbits dan Ninja Turtles.

 

Marsha Chikita Fawzi

Upin Ipin yang sering ditonton oleh anak-anak melibatkan salah seorang animator Indonesia, Marsha Chikita Fawzi. Wanita yang merupakan anak dari Ikang Fawzi dan Marissa Haque sangat menyukai animasi. Dia pernah magang dan akhirnya diangkat menjadi pegawai tetap di Las’ Copaque Production yang memproduksi sejak tahun 2010.

 

Christiawan Lie

Pria lulusan ITB dan lulusan Savannah College of Art dan Design ini adalah salah seorang animator yang terlibat di film-film yang pasti kita kenal. Transformer 3, Spider 4, Starwars, Lord of Rings dan GI Joe. Selain menjadi seorang animator, dia juga adalah seorang komikus ternama di Indonesia.

 

Pamela Halomoan

Wanita ini adalah animator paling muda di Indonesia namun karyanya sudah dinikmati di Singapura, Amerika, Turki dan Inggris. Dia pernah membuat sebuah karakter bernama Wolly. Yaitu seekor babi dangan mata setengah terbuka dengan badan yang unik.

 

Ronny Gani

Ronny Gani adalah pria yang seorang pria yang gigih menggapai cita-citanya. Sekalipun dia belajar animasi secara otodidak, ketekunannya membawa dia menjadi seorang karyawan di perusahaan animasi berbasis Singapura, Light & Magic. Dia bahkan sudah menggarap Transformers: Age of Extinction dan Avengers: Infinity Wars.

 

Andre Surya

Andre Surya sejak kecil sudah suka bermain game. Kecanduannya pada game 3D membuat dia rela memainkannya tengah malam sambil belajar grafis 3D. Dia mengambil diploma jurusan film dan special effect di Canada. Seusai menyelesaikan diploma, dia bekerja di Lucas Animation berbasis Singapura yang didirikan oleh George Lucas.

Dari Light & Magic, Lucas Animation cabang Singapura ini, dia pun menggarap banyak film Holywood seperti Iron Man, Indiana Jones, Star Trek, Terminator Salvation, Avatar, Transformer dan masih banyak lagi. Saat ini dia sudah kembali ke Indonesia untuk membuka sekolah digital art.

 

Wah banyak juga animator animator Indonesia yang sudah berkarya hingga ke Hollywood. Mereka juga gak pelit ilmu. Anak-anak bisa mempelajari ilmu mereka di akun sosial media mereka. Bahkan beberapa mereka ingin membangun industri animasi di Indonesia.

Kalau anak-anak tertarik belajar animasi dan tinggal di daerah BSD, free trial saja dulu di iBiG Academy. Siapa tahu anak-anak ingin serius di bidang animasi dan akhirnya memutuskan mengambil jurusan animasi ke depannya.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us