Search

+
desain-website
9 Pertanyaan wajib Untuk Mengetahui Kebutuhan Situs Klien

Waktu itu berharga bagi kita maupun klien. Pada saat kita bertemu dengan klien, kita perlu mengajukan pertanyaan yang tepat agar mendapatkan jawaban akurat sebelum kita mempresentasikan desain. Yuk gali kebutuhan klien dari 9 pertanyaan ini sebelum desain website.

 

1. Boleh ceritakan bisnis Anda?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan pembuka yang bagus. Kita tentu perlu mengetahui bisnis klien sebelum mulai mengerjakan situs mereka.

Kita perlu menggali informasi yang cukup dalam seperti profil mereka, produk yang mereka jual, lamanya bisnis dan seterusnya. Informasi yang lengkap akan membantu dalam menemukan dan memutuskan desain yang tepat untuk bisnis mereka.

Kita perlu menyadari kalau kita tidak familiar dengan segala jenis industri di dunia ini. Seorang pembisnis yang membuka usaha salon tentu lebih dimengerti bila kita sering ke salon. Tetapi kalau kita mendapatkan proyek perusahaan kemasan, kita perlu benar-benar mempelajarinya bahkan sebelum bertemu mereka.

Informasi yang salah akan menggagalkan desain kita bahkan sebelum kita memulainya.

 

2. Apa tujuan Anda membuat situs?

Kita perlu bertanya apa tujuan utama mereka membuat situs. Apakah mereka menarik orang-orang menjadi anggota di sebuah komunitas tertentu, mengikuti kursus atau penjualannya semakin meningkat.

Setelah itu kita perlu menanyakan pertanyaan kedua. “Apa tujuan kedua Anda membuat situs kalau gol pertama belum tercapai? Anda ingin meningkat traffic? Pengunjung situs mengunduh eBook gratisan? Atau ada gol lain yang kamu pikirkan.”

Satu hal yang perlu kita sadari, beberapa pengusaha kadang tidak memiliki kejelasan dalam membuat situs. Mereka hanya mendengar “sebuah bisnis harus memiliki website.”

Seberapa menggiurkan tawaran proyek tersebut, kita sebaiknya tidak terima. Alasannya, kita akan bolak balik revisi dan mengalami penundaan karena tiba-tiba dia meminta elemen ini dan itu. Kecuali kita bisa mengarahkan mereka dengan pertanyaan-pertanyaan cerdas.

 

3. Apakah kamu sudah memiliki situs?

Kalau mereka sudah memiliki situs, kita perlu bertanya lebih lengkap tentang situs ini. Kita perlu tahu website lama mereka luar dan lama.

Beberapa pertanyaan selanjutnya adalah:

  • Kapan Anda memiliki website ini?
  • Apakah situs ini mudah digunakan dan diutak atik?
  • Apakah situs ini menggunakan CMS (Content Management System)?
  • Apa yang tidak Anda sukai dari website ini?
  • Berapa banyak leads yang Anda dapat dari situs ini?
  • Apakah situs ini memberikan hasil yang Anda mau?
  • Apakah Anda sudah menggunakan Google Analytics? Kalau sudah, boleh Anda memberikan hasil laporannya?
  • Fitur-fitur dan data apa yang Anda mau dimasukkan kembali ke situs baru?

Kesimpulannya, kita haya ingin mempelajari kesalahan klien, kesukaan dan ketidaksukaannya sehingga situs baru sesuai dengan kebutuhan mereka.

 

4. Apa keunikan perusahaan Anda?

Kita perlu mencari tahu keunikan dari perusahaan ini yang membuatnya berbeda dari yang lain. Alasannya, pada saat pencarian produk, seorang klien pasti akan membuka beberapa situs yang menjual produk yang mereka inginkan. Jadi kita perlu tahu dan mereka perlu sadari kelebihan mereka sendiri.

Memiliki situs dan hadir secara online tidak berarti kalau dua hari kemudian ada orang langsung membeli sebuah produk. Dan kita perlu mengajarkan mereka tips meningkatkan traffic dengan menawarkan sesuatu yang berbeda.

Misalkan, produk kecantikan terbagus tetapi paling murah.

 

5. Siapakah kompetitor Anda?

Setelah mengetahui bisnis klien dan gol mereka, kita perlu mencari tahu siapa kompetitor terbesarnya. Klien kita tentu sudah mengetahui kompetitor terbesarnya, namun kita mau mereka berpikir kreatif. Misalkan, penawaran yang tidak dimiliki kompetitor.

 

6. Website seperti apa yang Anda suka dan alasannya?

Kalau kita ingin situs yang membuat klien tersenyum, kita perlu menanyakan pertanyaan vital ini. Sekalipun kita adalah seorang desainer yang bangga dengan karya kita dan memiliki kemampuan yang mumpuni, kita tetap perlu kompromi. Kita ingin sama-sama puas.

 

7. Siapa customer Anda?

Bagi orang yang baru memulai usaha atau pemilik usaha yang masih kecil, mereka tidak tahu pelanggan ideal mereka. Kita perlu menanykan, “menurut kamu, customer terbaikmu seperti apa?” Jawaban dari pertanyaan ini lebih dari sekedar demografik saja. Kita perlu tahu kebiasaan, ketakutan dan masalah mereka.

Sebuah situs hendaknya bisa menjawab juga kebutuhan calon pelanggan mereka. Kita perlu mengkomunikasikan ke calon pelanggan, kalau bisnis klien bisa menyelesaikan persoalan mereka.

 

8. Apa fitur-fitur yang ingin Anda miliki di situs?

Kadangkala seorang klien mau membuat situs baru karena mereka melihat sebuah fitur yang mereka sukai di online. Dan mereka percaya, fitur ini adalah standar situs.

Pada saat bagian fitur ini, kita perlu memastikannya berkali-kali. Soalnya klien sering tidak mengerti istilah fitur yang mereka mau. Mereka hanya deskripsikan saja.

 

9. Apakah Anda memiliki logo atau aturan penggunaan desain untuk bisnismu?

Seringkali kita tidak memulainya tanpa bahan. Beberapa perusahaan memiliki cara penggunaan logo perusahaan di brosur, situs, poster dan lain-lain. Setelah itu kita bisa tanyakan, seberapa mereka kudu mengikuti aturan tersebut.

 

Nah, kita sudah tahu cara mendapatkan informasi yang berguna dari klien untuk desain website bukan? Ayo dipraktekkan dan buatlah desain web yang mumpuni. Kita akan semakin skillful kalau sering praktek lho.

Buat kamu yang belum yakin dengan kemampuan desain website, mari mampir iBiG Academy di daerah BSD City untuk kursus web design. Untuk anak-anak, kita memiliki kelas kursus coding anak dengan guru-guru yang memahami dunia anak-anak. Silahkan What Apps ke 0812-1177-8838 untuk bertanya lebih lanjut.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us