Search

+
agar-anak-pintar-matematika
Agar Anak Pintar Matematika, Kita Kudu Tahu 9 Alasan Mempelajarinya

Kita semua berharap semua anak bisa berkata mereka suka matematika. Sayangnya, tidak semua anak menyukainya. Beberapa anak malah takut bila harus berhadapan dengan salah satu pelajaran eksakta ini. Tetapi mereka suatu saat bisa jago? Bisa. Agar anak pintar matematika, kita sebagai orang tua dan pengajar perlu tahu terlebih dahulu alasan mereka perlu mempelajarinya.

Banyak penyebab anak-anak tidak percaya diri dengan kemampuan matematika. Guru yang mungkin tidak memahami cara mengajarkannya berdasakan kemampuan anak. Kelas yang terlalu besar sehingga guru tidak bisa fokus perkembangan satu per satu anak. Atau semuanya ini bisa dimulai dari orang tua. Orang tua yang tidak yakin dengan kemampuan matematikanya menularkan ketidakyakinan-nya ke anak.

Mungkin karena matematika adalah sebuah mata pelajaran yang diajarkan dengan persepsi “hanya ada satu cara” untuk menyelesaikan persoalan matematika. Untuk mengatasinya, kita bisa mempraktekkan 4 tips agar anak pintar matematika. Karena penelitian menyatakan sebuah fakta yang menarik. Anak-anak yang bisa menyelesaikan persoalan matematika justru lebih percaya diri di seluruh area pelajaran.

 

Alasan-alasan matematika itu penting

1. Seorang anak yang suka matematika pasti memiliki anak yang senang matematika

Orang tua adalah guru pertama anak-anak. Ketika kita menyukai dan nyaman menyelesaikan segala soal-soal matematika, kita pun percaya diri membantu anaknya. Seperti ketidakyakinan orang tua itu menular maka rasa percaya diri juga. Orang tua yang dulunya anak-anak ini pun menjadi fondasi yang benar untuk masyarakat dan anak-anak mereka untuk menyukai matematika.

 

2. Mengatasi persoalan berat dunia pun butuh matematika

Ketika kita perlu mengatasi persoalan yang berat pun butuh kalkulasi. Kita perlu menghitung usaha keras kita itu membawa dampak sebesar apa? Misalkan, kita mengetahui kalau kita ingin melakukan kampanye go green. Kita pun mulai mengurangi penggunaan plastik, memilih naik kendaraan umum dibanding membawa kendaraan pribadi, ikut menanam pohon di lingkungan dan sekitarnya.

Niat kita baik. Tetapi dari manakah kita mengetahui berapa lama kampanye ini akan membawa perubahan pada lingkungan? Dan kita juga mempelajari perbandingan. Kalau satu orang yang melakukan perubahan vs. 100 orang yang tidak peduli lingkungan, apakah niat baik kita akan tercapai? Mungkin kita perlu memutar otak untuk cara-cara yang lebih efektif.

 

3. Mengatur keuangan itu penting

Apapun karier atau bisnis kita dan anak-anak di masa depan, mereka perlu jago mengatur keuangan. Kita perlu mencari tahu bagaimana menghasilkan uang tidak dari satu pundi saja, tetapi juga lewat investasi-investasi yang lain. Anak-anak juga belajar bagaimana memprediksi dan mengatasi hutang bila ada investasi yang tidak jalan. Kemungkinan besar, bunga pinjaman juga akan semakin besar ke depannya.

 

4. Cerdas menerima tawaran

Semua tawaran itu patut dipertimbangkan. Yang namanya penawaran biasanya selalu lebih menguntungkan pihak penawar dibanding pihak pembeli. Kalau tidak, mereka tidak akan menawarkan pada kita. Kalau sudah seperti itu, matematika perlu digunakan.

Contoh paling sederhana adalah membeli bola lampu. Di pasaran, harga lampu itu tidak hanya beragam merek dan watt, namun juga harga. Pada saat seperti itu, kita perlu mempertimbangkan banyak hal. Selain budget, kita perlu melihat garansi pembelian lampu. Dan tarikan listrik ketika bola lampu dinyalakan.

Beberapa barang murah ternyata jauh merugikan dibanding barang mahal. Kadang harga memang menentukan kualitas. Namun tidak jarang, harganya hanyalah salah satu bentuk marketing. Jadi kita perlu cerdas menerima tawaran.

 

5. Matematika membuat kita lebih pintar menjaga kesehatan

Buat kita yang sedang menjaga kesehatan tubuh, matematika itu penting. Untuk seorang wanita yang ingin berdiet, dia hanya butuh asupan 1500 kalori per hari. Bila lebih dari itu, maka dia butuh olahraga untuk membuang kelebihannya sehingga tidak menimbun lemak.

Mari kita membayangkan dia membeli secangkir frappucino dengan cream itu 370 kalori. Berarti dia hanya memiliki sisa 1130 untuk makanan bergizi. Kira-kira dietnya itu sehat tidak ya? Atau berapa lama dia perlu olahraga untuk membuang 370 kalorinya? Silahkan dipikirkan.

 

6. Hitung-hitung patungan atau rekap pembayaran

Kita ingin hidup kita serba gratis. Sayangnya, kita perlu patungan atau rekap pembayaran lengkap dengan pajak dan service charge. Buat orang yang berkelebihan mungkin 1000 – 2000 rupiah bukan masalah besar. Tetapi bagi orang yang lagi mengikatkan pinggang, dia harus menghitung dengan detail agar tidak ada pihak yang dirugikan. Termasuk dirinya sendiri.

Dan perhitungan pajak itu pun bisa berbeda-beda di setiap restoran. Beberapa restoran memberikan tagihan dengan pajak hanya di total konsumsi makanan dan minuman. Yang lain total pembelian dan service charge ditambah terlebih dahulu sebelum ditambahkan pajak. Kita kudu cermat dan jago hitung persentasenya bukan.

 

7. Efisiensi Biaya

Pada saat menerima tawaran kerja, kita tidak hanya terpana melihat gaji yang ditawarkan namun juga perlu kalkulasi biaya yang dikeluarkan. Misalkan jarak tempat tinggal ke kantor, kendaraan dan bensin, tingkat kemacetan, tekanan pekerjaan, cicilan rumah dan lain-lain. Apalagi kalau kita sudah berkeluarga, perhitungannya tentu bertambah.

Saat kita sudah memiliki kalkulasi begitu, kita pun perlu cerdas membuat rangka efisiensi biaya dan mungkin waktu agar mendapatkan keuntungan maksimal. Sayangnya pelajaran penting ini tidak diajarkan di sekolah.

 

8. Mengetahui prioritas

Kita kudu tahu bedanya kebutuhan dan keinginan / kebiasaan. Misalkan ketika seseorang sedang cicilan rumah tetapi dia suka minum kopi di cafe. Dia mungkin mengurangi jatah minumnya. Atau dia perlu beralih ke kopi sachet atau kopi lainnya yang bisa dibuatnya sendiri. Karena dia tahu cicilan tersebut lebih penting

Kesimpulannya, anak-anak itu perlu pintar matematika karena kebutuhan sehari-hari di masa depan. Mereka bukan hanya perlu menyelesaikan tugas sekolah dan lulus. Jadi kita perlu menyiapkan segala sesuatu seperti bimbel agar anak pintar matematika.

Kalau mereka masih kurang menyukainya, kursus coding di iBiG Academy bisa menjadi jawaban. Dikombinasi dengan game, anak-anak bisa belajar algoritma yang bisa membantu anak-anak belajar pemecahan masalah.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us