Search

+
Bahaya Gadget Untuk Generasi Bangsa Indonesia
Bahaya Gadget Untuk Generasi Bangsa Indonesia

Bagaimana Membuat Generasi Muda Tumbuh Pintar? Jauhkan Gadget. Hampir semua anak-anak zaman sekarang kecanduan gadget. Mereka lebih memilih bermain dibanding mengerjakan tugas sekolah. Sudah saatnya Anda sebagai parents mulai mengalihkan kesenangan gadget anak ke kelas coding anak untuk melatih kemampuan berpikir mereka.

Entah parents tau apa tidak, para pembisnis yang bergerak di bidang teknologi tidak mengizinkan anak-anak bermain gadget. Rata-rata mereka baru boleh menggunakannya setelah berusia remaja alias 14 tahun. Kenapa sih sampai segitunya? Inilah hasil observasi para peneliti terhadap anak-anak.

Kesulitan bersosialisasi

Anak-anak yang sering bermain gadget biasanya jarang berkomunikasi dengan orang lain. Mereka begitu tenggelam dengan dunia sehingga tidak memperhatikan orang-orang di sekitar mereka apalagi berkomunikasi. Akibatnya, kosa kata mereka menjadi terbatas. Mereka juga kesulitan mengekspresikan emosi dengan benar. Bahkan beberapa anak yang senang bermain multiplayer game sering menggunakan bahasa-bahasa vulgar.

Anak-anak kecanduan games biasanya memiliki kesulitan dalam hal memberikan empati dan simpati. Hal ini dikarenakan mereka tidak terbiasa membaca ekspresi orang-orang di sekitarnya. Dan bila dibiarkan, anak-anak ini akan kesulitan memiliki teman di dunia nyata.

Gangguan perkembangan fisik

Seberapa sering anak-anak yang senang gadget bergerak. Jarang sekali bukan? Mata mereka tertuju pada gadget, jari-jari mereka bergerak dan kebanyakan mereka hanya duduk saja. Anak-anak ini bisa mengalami gangguan fisik.

Mata yang tertuju pada gadget terus menerus akan membuat mata mereka mudah minus. Tubuh yang kurang gerak membuat mereka gampang sakit. Dan bila mereka jarang bergerak, anak-anak juga menaikan resiko obesitas hingga 30%. Bisa jadi mereka mengalami stroke di usia muda.

Perkembangan otak juga menjadi tidak seimbang

Setiap tubuh manusia telah diciptakan dengan perkembangan tertentu sejak dilahirkan termasuk juga perkembagnan otak. Namun anak-anak yang terpapar teknologi mengalami perkembangan yang di luar batas wajar. Mereka bisa menyerap informasi namun tidak bisa mengembangkan sisi kognitif.

Kognitif adalah kemampuan seorang anak untuk memahami, menganalisa dan evaluasi informasi yang diterima. Karena lewat tahapan-tahapan inilah, dia bisa memahami yang artinya nalar atau akal sehat. Kegagalan mereka dalam mengembangkan kognitif membuat mereka kesulitan untuk berpikir kritis, memecahkan masalah dan berpikir kreatif.

Selain itu, anak-anak yang mendapatkan informasi serba cepat ini juga memiliki sebuah kepribadian yang tidak sabar dan impulsif dalam mengambil keputusan.

Kurang produktif

Anak-anak yang senang bermain gadget memiliki kebiasaan menunda. Alhasil peer dan kegiatan belajar pun terbengkalai. Alhasil, mereka tidak mendapatkan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. Kebiasaan ini tentu perlu diatasi oleh orang tua. Mereka perlu diajarkan untuk mengerjakan sesuatu dulu, sebelum mendapatkan reward.

Sulit tidur

Semakin nyandu seorang anak main game, maka mereka pun akan kesulitan untuk menghentikan dirinya bermain. Satu level lagi, satu chapter lagi, satu karakter lagi dan seterusnya. Tidak disadari, pagi-pagi matahari sudah terbit saja. Gangguan tidur ini bisa disebabkan oleh cahaya layar gadget yang dimainkan. Dan juga tubuh sendiri sudah memiliki waktu capeknya sendiri seperti merasakan ngantuk. Namun bila dibiarkan, rasa kantuk pun berlalu.

Kematian

Sudah banyak sekali cerita-cerita anak-anak yang meninggal akibat gaya hidup yang senang bermain game. Mereka yang kecanduan menghabiskan waktu berjam-jam hingga berhari-hari. Mereka tidak lagi hidup teratur seperti makan, tidur, minum dan seterusnya. Tidak heran kalau WHO menganggap kecanduan game adalah penyakit mental.

Agresif

Anak-anak gampang belajar dari apapun yang mereka lihat. Dan sebagai orang tua, Anda mungkin melewatkan kesempatan memilih game untuk mereka. Jangan sampai itu terulang. Soalnya anak-anak yang senang game kekerasan cenderung berkata kasar, tidak sopan, bertindak kejam terhadap makhluk atau orang lain. 

Alihkan kecanduan mereka ke tindakan yang produktif

Bermain game sendiri sebenarnya ada kelebihannya asal orang tua bisa mengarahkan dan membatasi. Lewat game, anak-anak bisa berpikir logika juga seperti game puzzle, tetapi untuk mengasah kemampuan kognitifnya, mereka butuh sarana. Kelas coding anak seperti iBiG Academy adalah jawabannya. Anak-anak belajar coding, logika, berpikir kritis dan produktif dari game. Tetapi mereka dibimbing sedemikian rupa sehingga mereka bisa berkreasi lewat kemampuan problem solving yang baru saja dipelajari. Penasaran? Cari tahu lebih saja hasil anak-anak belajar coding di dekat rumah Anda.

Mari kita jadikan penerus bangsa ini anak-anak yang cerdas dan tidak konsumtif!

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan