Search

+
belajar programming sejak dini
Belajar Programming Sejak Dini Pengaruhi Kecerdasan Anak

Para orang tua kini semakin terbuka. Mereka tidak hanya tahu Bahasa Inggris itu penting sehingga mereka memasukkan anak ke kursus bahasa. Sekarang, mereka sudah tahu manfaat belajar programming sejak dini. Sehingga mereka tidak lagi memandang programing itu hanya untuk anak dewasa saja.

Jika ditanya mana yang penting antara kursus Bahasa Inggris dengan kursus programing, banyak orang tua yang memilih nomor dua. Bukan berarti Bahasa Inggris itu kurang penting. Bagi mereka, Bahasa Inggris bisa dipelajari sendiri. Sementara, program itu hanya bisa dipelajari dari expert. Dan anak harus dibekali dengan ilmu programing mengingat masa depan penuh dengan hal yang berhubungan dengan digital.

Selain itu, muncul juga pemahaman tentang keuntungan belajar programing untuk anak. Ini bukan hanya untuk membuat anak tahu tentang komputer, software, dan program. Di sisi lain, ini juga kursus yang memberikan pengaruh terhadap kecerdasan anak secara umum.

Tidak percaya? Berikut ini penjelasannya.

Pengaruh Programing Terhadap Otak Anak

Mungkin Anda orang tua yang masih berpikir buat apa anak belajar programing. Masih kecil, sebaiknya sang buah hati belajar menggambar, main-main, dan lain sebagainya. Tidak perlu anak belajar hal yang berat seperti programmer.

Memang banyak orang tua yang berpikir seperti itu. Hal ini disebabkan pola pikir. Orang tua masih menganggap programing itu bukan pelajaran untuk anak-anak.

Itu pola pikir yang tepat jika diterapkan pada 10 tahun yang lalu. Untuk saat ini, pola pikir tersebut kurang tepat. Pelajaran programing bukan lagi pelajaran yang khusus untuk anak dewasa. Anak kecil pun sebaiknya belajar programing.

Selain tuntutan zaman, ada juga manfaat belajar programming yang perlu Anda ketahui.

  1. Terbiasa Berpikir Kritis dan Logis

Dengan belajar menjadi programmer, otak akan akan dilatih untuk berpikir kritis dan logis. Pasalnya, saat belajar programing, anak tidak hanya diajarkan coding. Anak juga akan belajar bagaimana menerapkan coding sehingga ada hasilya. Entah itu berupa program sederhana, game sederhana, dan lain sebagainya.

Dan untuk mendapatkan hasil seperti itu, anak anak akan berpikir. Dengan pengetahuan coding yang sudah diajarkan oleh instruktur, anak akan tahu jalannya sendiri. Bagaimana pelajaran coding yang mereka sudah pahami bisa menghasilkan sebuah produk, entah itu program atau game sederhana.

Menarik, bukan?

Karena terbiasa seperti ini, anak juga akan terbiasa berpikir logis dan kritis. Setiap ada masalah, anak akan berpikir seperti ketika ia coding. Mereka berpikir, bukan mengeluh dan menangis.

  1. Lebih Teliti

Coding itu butuh ketelitian. Dan ini menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak.

Fakta menunjukkan anak perempuan lebih teliti daripada anak laki-laki. Walhasil, hasil rapot sekolah kebanyakan lebih membanggakan anak perempuan. Selain itu, yang menempati rangking pertama, kedua, dan ketiga juga kebanyakan adalah anak perempuan, bukan?

Namun, bukan berarti ini faktor bawaan. Ini hanya faktor kebiasaan. Anak perempuan lebih suka berdiam diri. Makanya, mereka lebih mudah fokus dalam pelajaran. Sementara itu, anak laki-laki lebih suka bergerak sehingga kurang teliti saat belajar di kelas.

Hal semacam itu bisa diatasi dengan ikut kelas coding anak. Di kelas ini, anak akan belajar untuk fokus sehingga anak lebih teliti. Dan diharapkan kebiasaan teliti ini akan berpengaruh juga untuk setiap pelajaran di kelas nanti.

  1. Problem Solver

Coding tidak hanya menggunakan code. Lebih dari itu, code tersebut digunakan untuk memecahkan masalah. Misalnya saja anak ingin membuat program kalkulator. Itu artinya coding diterapkan agar bisa membuat calculator (alat untuk menghitung).

Begitu juga bagi anak yang suka game. Di setiap game, ada level yang harus dicapai. Dan untuk mencapai level tersebut, ada tantangan yang harus dihadapi oleh gamers. Dalam hal ini, anak akan mengaplikasikan semua ilmu coding untuk membuat level, menentukan tantangan di dalam game. Dan itu artinya anak harus memecahkan masalah.

  1. Berpikir Terstruktur

Ini merupakan manfaat belajar programming bagi kecerdasan anak. Karena anak yang cerdas itu anak yang berpikir sistematis dan terstruktur. Dan di kelas programing inilah anak akan belajar berpikir terstruktur.

Apakah Anak Tidak Terlalu Berat Belajar Programming?

 

View this post on Instagram

 

A post shared by iBiG Academy (@ibigacademy) on

Berat jika mereka belajar programming layaknya programmer belajar 10 tahun yang lalu. Pasalnya, tool yang digunakan sangat rumit.

Namun, jawabannya menjadi tidak jika Anda tahu tool programing saat ini. Sekarang, semakin banyak tool yang digunakan programmer. Dan tool tersebut dibuat semakin mudah dan sederhana untuk digunakan. Bahkan, ada tool yang bisa dipahami oleh anak-anak.

Misalnya saja Scratch. Ini merupakan tool buatan MIT Media Lab yang didesain untuk programmer pemula. Dan ini juga bisa digunakan oleh anak-anak.

Selain itu, masih banyak lagi tool programming yang dipakai di sekolah coding untuk anak. Seperti Alice, Tynker, Waterbear, dan Hopscotch. Tinggal disesuaikan saja dengan tujuan anak. Apa yang anak ingin buat.

Yang pasti, tidak salah jika Anda masukkan anak ke kelas coding. Ini bukan lagi pelajaran untuk anak dewasa. Anak kecil pun bisa mulai belajar coding sejak dini. Itu artinya Anda sudah siapkan anak ke masa depan yang tidak lepas dari teknologi digital.

Yang lebih penting lagi, Anda juga mengoptimalkan kecerdasan anak. Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa ada banyak manfaat belajar programming untuk kecerdasan anak. Jadi, tunggu apalagi? Jika Anda ingin memasukkan anak ke sebuah kursus, memilih kursus coding untuk anak itu sangat tepat.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us