Search

+
belajar sambil bermain
Belajar Sambil Bermain untuk Anak Di Era Digital

Sebagai orang tua, tentu Anda ingin sekali mempersiapkan anak untuk masa depan yang lebih baik. Dan itu bisa Anda lakukan dengan cara mengajak sang buah hati untuk belajar sambil bermain. Karena hanya dengan cara yang menyenangkan anak akan tergugah untuk terus belajar.

Selain itu, Anda harus pahami bahwa dunia terus berubah. Saat anak dewasa nanti, dunia tidak sama dengan saat ini. Itulah mengapa Anda harus memahami satu hal. Anda harus mempersiapkan anak sesuai dengan perkembangan zaman di masa yang akan datang.

Bagaimana caranya? Salah satunya dengan memprediksi kemana arah perkembangan zaman. Anda lihat saja sekarang ini. Dunia digital sudah tidak bisa dibendung lagi. Bahkan, orang-orang yang tinggal di kota kecil dan juga pedesaan sudah melek teknologi digital. Mau tidak mau, Anda sebagai orang tua harus mempersiapkan anak untuk siap masuk ke dunia digital yang jauh lebih maju nantinya.

Itulah mengapa sebenarnya anak tidak bisa lepas dari apa yang disebut dengan gadget. Bagi anak sekarang, gadget itu seperti gangsing bagi generasi 20 atau 30 tahun lalu. Gadget tidak ubahnya sebagai media bermain. Makanya, sudah seharusnya oarng tua mampu membuat gadget sebagai media untuk belajar sambil bermain bagi anak.

Sayangnya, gadget sering dianggap negatif. Sehingga banyak orang yang tidak mau mengenalkan gadget pada anak.

Tentu itu sebuah pilihan. Namun, Anda harus pahami. Di masa yang akan datang, anak akan bersinggungan dengan gadget.

Gadget Tidak Selalu Berikan Efek Negatif untuk Anak

Yang menjadi masalah adalah munculnya stigma negatif tentang gadget. Ini dianggap sebagai racun bagi anak kecil. Gadget sering disalahkan ketika anak menjadi kurang aktif bergerak. Bahkan ada yang addicted.

Mungkin Anda juga merasakan hal yang sama. Atau bahkan Anda percaya bahwa gadget memang tidak bagus untuk anak-anak.

Akan tetapi, coba Anda pikirkan lagi. Ketika anak pasif, apakah gadget yang menjadi persoalan? Apakah ini tidak jauh beda ketika orang tua dulu melarang Anda bermain layang-layang hingga larut sore sehingga Anda lupa mengerjakan PR? Pada waktu itu, apakah orang tua Anda menyalahkan layang-layang? Tidak, bukan?

Analogi yang sama juga untuk penggunaan gadget. Gadget itu sama seperti layang-layang. Jika ada efek negatif pada anak, bukan gadgetnya yang bermasalah. Anda sebagai orang tua hanya perlu untuk mengatur penggunaan gadget untuk anak. Itu saja.

Dengan demikian, gadget akan menjadi tempat belajar sambil bermain anak. Karena bagaimanapun juga gadget itu sebagai media. Lebih dari itu, di kehidupan ketika anak dewasa nanti, anak tidak akan bisa lepas dari apa yang disebut dengan gadget.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda ubah perspektif mengenai gadget. Jangan menganggap negatif. Anda harus berpikir bagaimana anak bisa mengambil sisi positif gadget. Ini yang perlu Anda pikirkan.

Proses Belajar dan Bermain Harus Disesuaikan

Proses belajar anak dulu dengan sekarang jelas beda. Dulu, anak belajar dengan cara pergi ke perpustakaan dan meminjam buku. Sekarang, anak bisa meminjam buku secara online. Mereka hanya perlu menggunakan gadget.

Belum lagi proses belajar sambil bermain lainnya. Misalnya saja ketika anak memiliki bakat menggambar. Mereka tidak hanya bisa menggunakan media kertas dan krayon. Karena mereka menggambar secara digital. Dan ini yang kemungkinan besar diperlukan ketika anak dewasa nanti.

Dari itulah sudah terlihat bagaimana Anda harus menyesuaikan cara belajar anak dengan kondisi sekarang. Ketika ada gadget, Anda bisa manfaatkan alat tersebut sebagai media belajar anak.

Bagaimana caranya? Banyak sekali. Misalnya saja Anda berikan gadget khusus untuk edukasi. Tidak ada koneksi internet di alat tersebut. Di dalamnya, hanya ada software pembelajaran, seperti game Bahasa Inggris, game tentang pengetahuan geografi, dan lain sebagainya.

Jika Anda melihat ada potensi grafis pada diri anak, Anda bisa menyiapkan software untuk menggambar. Dan itu bisa Anda lakukan jika ada medianya berupa gadget.

Sekarang ini, semakin banyak juga orang tua yang mengerti betapa cepatnya perkembangan digital saat ini. Hingga akhirnya mereka mencari tempat kursus komputer. Bahkan, banyak juga anak yang baru duduk di bangku SD sudah mulai belajar coding.

Apakah itu tidak terlalu dini?

Tidak. Karena sekarang ada software coding yang memang ditujukan untuk anak-anak. Ini menjadi salah satu cara belajar sambil bermain yang menyenangkan. Bahkan, seringkali ini dijadikan sebagai cara mengalihkan anak dari pasif menjadi aktif. Artinya, ia tidak hanya menjadi obyek dari gadget melainkan subyek.

Kenapa demikian? Karena dengan belajar coding, anak addicted terhadap permainan atau game di gadget. Ia justru akan tahu bagaimana coding dan bagaimana membuat aplikasi atau game sendiri.

Jika Anda berada di daerah Tangerang, sekarang sudah dibuka kelas coding anak Tangerang. Ini bisa menjadi alternatif ketika Anda ingin sekali mencarikan tempat kursus yang bagus untuk masa depan anak.

Apalagi jika Anda melihat ada bakat dalam hal digital pada anak. Memasukkan ke kelas coding untuk anak menjadi solusi terbaik untuk mengasah bakat tersebut.

Dan yang pasti, Anda sudah mempersiapkan anak untuk menapaki masa depan sesuai dengan kebutuhan. Dan ini sebenarnya tugas orang tua. Sudah tidak zaman lagi anak harus dipaksa hebat dan mendapatkan nilai tinggi di sekolah. Anak harus punya skill khusus. Karena orang yang punya skill khusus ini yang diperlukan di era sekarang dan mendatang.

Biarkan anak terus berkembang. Carikan cara belajar sambil bermain yang agar ia mendapatkan pengetahuan dan skill sesuai dengan apa yang dibutuhkan di era yang akan datang.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan