Search

+
sistem endorse
Gimana sih Sistem Endorse di Instagram?

Mungkin Anda tidak asing lagi dengan istilah “endorse”. Kata ini paling sering digunakan untuk istilah promosi di Instagram. Jika seorang pengguna Instagram memiliki followers ribuan bahkan jutaan, mereka bisa saja membuka jasa endorse.

Endorse merupakan kata yang berasal dari Endorsement. Endorsement adalah tindakan untuk mendukung atau menyetui sesuatu. Jenis pemasaran ini memanfaatkan selebriti atau orang yang professional dibidangnya untuk merekomendasikan atau mengatakan hal baik tentang sebuah produk. Dengan cara ini, brand yang menggunakan jasa endorse tentunya akan lebih terkenal sebab banyak orang yang akan mengetahui merek tersebut dari public figure.

Banyak perusahan yang mulai melirik teknik promosi endorse karena biaya yang lebih murah disbanding dengan beriklan di media massa. Kemudian, beriklan di media sosial juga lebih terukur mulai dari reach, impression, dan conversion.

Biasanya perusahaan akan menggunakan jasa endorse selebriti, public figure, dan selebgram atau infulencer. Tarif endorse memang bervariasi tergantung dari followers dan impact yang mereka berikan.

Orang akan cenderung lebih merasa yakin atas rekomendasi tokoh yang dipercayainya. Mereka akan bertindak sesusai yang direkomendasikan. Jadi, jika Anda ingin beriklan menggunakan selebriti, pastikan personality mereka cocok dengan produk Anda.

Nah untuk mengetahui sistem endorse lebih lanjut, simak artikel berikut ini:

Jenis Endorsement

Sejak Instagram mengeluarkan fitur story yang terbilang baru, perkembangan bisnis dan behavior di Instagram pun juga berubah. Perubahan ini menjadi sumber kemunculan dua macam jenis iklan endorse yaitu:

Paid Promote (PP)

Sistem paid promote dipatok dengan harga yang lebih murah. Soalnya, materi iklan sudah disiapkan dan tinggal di posting. Tapi biasanya tiap endorser memiliki rules sendiri, misalnya:

  1. Materi iklan diposting di Insta story dengan jangka waktu yang ditentukan. Biasanya dua jam setelah postingan. Atau bahkan dibiarkan selama 24 jam.
  2. Ada endorser yang hanya posting PP khusus di IG strory saja, ada pula yang memposting di feeds Instagramnya. Misalnya seperti Awkarin, selebgram yang memiliki 4,2 juta pengikut ini hanya posting PP di story. Berbeda dengan akun gossip yang sedang naik daun. Biasanya mereka akan memposting materi iklan yang disediakan dari brand ke feeds Instagramnya juga. Maklum, akun gosip gak perlu-perlu banget ngatur feeds, kan?

Endorsement

Dengan menggunakan jasa ini, pengiklan hanya mengirimkan produknya saja kepada endorser. Nantinya, mereka kan membuat konten iklan sendiri sesuai dengan briefing atau MOU kerjasama. Biasaya jasa ini akan lebih mahal karena ada “proses produksi” dengan jangka waktu barang sampai di tangan endorser hingga lama waktu produksi iklan. Jenis iklan endorse ini terbagi lagi:

  1. Selebgram/Endorser benar-benar mengenakan barang atau mengunjungi tempat yang diendorse. Hasil materi iklan akan diposting di IG story saja dalam bentuk ajakan, rekomendasi, atau testimonial mengenai brand tersebut.
  2. Endorser mengenakan produk dan melakukan pemotretan dengan produk tersebut. Kemudian di keep postingan pada feeds Instagramnya.
  3. Materi iklan dapat berbentuk video dan diposting di feeds Instagram.
  4. Biasanya yang diposting di feeds, tidak memiliki jangka waktu. Jadi, materi iklan akan tetap ada di feeds para selebgram tersebut.

Tips Endorse Selebgram

Tahukah Anda, tidak semua selebgram yang memiliki followers banyak adalah yang paling efektif. Ada saja selebgram yang “membeli followers”. Sehingga ketika Anda beriklan di oknum selebgram dengan followers bodong, tidak ada pengaruhnya untuk penjualan Anda. Untuk itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk memilih partner iklan di Instagram.

  1. Followers Selebgram sama dengan Target Marketing

Konsep marketing yang paling direkomendasikan adalah soft selling. Ketika Anda beriklan, calon pelanggan Anda tidak akan merasa “dijejali” dan akhirnya gumoh dengan iklan Anda. Bisa jadi berhasil terngiang-ngiang di kepala mereka, tapi dengan impresi yang buruk.

Pilihlah selebgram yang sesuai dengan produk, mereka akan lebih menyukainya sehingga bisa secara alami merekomendasikan produk yang bagus.

Dengan memilih endorser yang cocok sama produk, audience akan lebih tertarget. Karena biasanya juga, orang akan mengikuti dan menyukai seseorang dengan minat dan pemahaman yang sama atau serupa. Jadi, pastikan endorser memiliki followers yang menjadi targer marketing Anda.

  1. Cek Jumlah Like dan Komentar

Nah, untuk menghindari selebgram bodong, jangan hanya terpaku dengan jumlah followers. Anda bisa melihat jumlah like dan comment di setiap postingannya. Apakah ada kemungkinan mereka berhasil “merayu” followers untuk membeli produk yang mereka promosikan?
Bisa jadi ada produk yang berhasil dan ada juga yang tidak. Sebenarnya, memang tidak bisa langsung di judge “beli followers”. Bisa jadi karena pengikutnya tidak menyukai produk yang diendorse. Makanya, poin pertama di atas perlu diperhatikan.

  1. Interaksi dengan Followers

Anda pasti tahu, membangun hubungan dengan calon pelanggan itu penting. Sama halnya degan selebgram. Followers mereka ibarat pelanggan yang loyal. Jika selebgram tidak memiliki engagement yang baik, bisa jadi malah produk Anda tidak laku.

Nah, itu dia pembahasn mengenai sistem endorse. Jika Anda ingin mempelajari digital marketing lebih lanjut, nantikan artikel selanjutnya. Atau ikuti saja kelas social media di iBiG Academy.

Posted in: #DoBig

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us