Search

+
komunitas-batik
Ini Dia Tiga Komunitas Batik Di Tangerang

Dalam melanggengkan salah satu warisan dunia yakni batik, kehadiran komunitas batik kian bermunculan dari berbagai daerah. Menjamurnya komunitas batik ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih memahami budaya Indonesia sehingga dapat menjaga warisan budaya.

Biasanya kegiatan utama yang dilakukan perkumpulan pelestari seni budaya ini adalah belajar membatik, namun sekarang kegiatan yang diadakan cukup berkembang diantaranya:

  1. Mengikuti pameran batik tingkat kecamatan hingga nasional seperti lomba Cipta Menu Pangan Lokal di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, yang akhirnya membawa Batik Mennur Donomulyo naik daun. Batik Mennur mampu memikat banyak pengunjung yang hadir karena ciri khasnya yang dibuat dari pewarna alami.
  2. Kajian, sharing session, ataupun seminar untuk meningkatkan sosialisasi ciri khas batik lokal dan filosofi sejarah batik.
  3. Jambore Remaja Batik Indonesia yang sering diadakan oleh Komunitas Remaja Batik Indonesia.
  4. Fashion Show bertema batik yang pernah diadakan oleh Komunitas Batik Depok
  5. Perlombaan desain batik lokal
  6. Melakukan pelatihan membatik kepada masyarakat umum
  7. Kunjungan ke sentra pengrajin batik seperti yang rutin dilakukan Komunitas Batik Jawa Timur atau lebih dikenal dengan KIBAS.

Selain untuk melestarikan budaya Indonesia, biasanya komunitas ini dibentuk guna memperkenalkan batik etnik lokal. Sebab setiap daerah memiliki motif batik yang spesifik dan memiliki filosofi tersendiri.

Dalam seni membatik ada beberapa motif yang memang telah diciptakan dari ratusan tahun lalu, ada pula motif-motif modern yang mengikuti perkembangan zaman atau simbol suatu daerah. Tak jarang pula ada cerita unik dibalik suatu motif batik.

Misalnya saja motif batik parang yang merupakan salah satu motif tertua di Indonesia. Dibentuk diagonal seperti huruf S. Ada yang memaknai motif parang sebagai bentuk keris maupun bentuk ombak lautan.

Namun bila ditilik dari sejarahnya, makna dibalik motif ini menunjukkan kedudukan, kekuasaan, ataupun kekuatan. Hal ini dikarenakan Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1785 menetapkan motif lidah api ini sebagai motif larangan.

Pola parang hanya boleh dikenakan oleh raja dan keturunannya di lingkungan istana. Menurut kepercayaan, batik parang harus digugah tanpa salah, karena kesalahan membatik dipercaya dapat menghilangkan kekuatan gaib dari motif kain batik parang.

 

Motif-motif batik adalah hasil olah rasa dan karsa manusia.

Di wilayah Tangerang sendiri yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan memiliki ragam motif etnik batik. Ada tiga komunitas batik di Tangerang yang juga menjunjung motif batik lokal asal wilayahnya:

 

1. KOMBAT (Komunitas Batik Tangerang)

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari blog mereka, komunitas ini terbentuk oleh seorang founder Komunitas Topi Bambu Tangerang yakni Agus Hasanudin atau yang lebih dikenal Kang Agus.

Atas dasar rasa keprihatinan pada perkembangan batik Tangerang terutama untuk pengrajin dan banyaknya permintaan pelatihan membatik dan pembuatan desain batik lokal, mendorong terbentuknya komunitas ini.

Salah satu visi mereka adalah membentuk pengrajin batik lokal di Kabupaten Tangerang agar tercipta generasi baru untuk pengrajin batik. Motif yang identik dengan daerah di Kabupaten Tangerang yakni:

  1. Motif Gerbang Wareng
  2. Motif  Awi Koneng
  3. Motif Tugu Tigaraksa
  4. Motif Rambutan
  5. Motif Ayam Wareng
  6. Motif Topi Bambu
  7. Motif Bambu

 

2. KAMPUNG BATIK KEMBANG MAYANG

Kampung Batik Kembang Mayang yang berada di daerah Kecamatan Larangan yang baru saja diresmikan tahun 2018 lalu oleh Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah. Sebenarnya kampung ini sudah ada sejak 2017 lalu. Lahirnya kampung ini karena paguyuban warga yang memiliki kesadaran untuk melestarikan batik dan mereka memiliki keterampilan dalam membuat batik.

Asal-usul terbentuknya komunitas ini dipelopori oleh ketua RT setempat yakni Budi Darmawan yang juga pendiri Kampung Batik Palbatu di Tebet, Jakarta Selatan. Beliau mengajak perwakilan dari warganya untuk belajar membatik di Palbatu dan menerapkan ilmunya di Kompleks Kembang Larangan, Kelurahan Larangan Selatan.

Selain itu, kampung ini juga menjadi salah satu destinasi wisata di Tangerang. Sebab warganya secara mandiri menghias tembok permukiman dan beberapa ruang publik dengan motif batik.

Kembang Mayang merupakan motif batik yang sedang fokuskan ibu-ibu pembatik di sana. Motif ini memiliki kemiripan dengan salah satu aksesoris penting untuk hiasan di pelaminan, Kembar Mayang. Hal ini mencerminkan keindahan dari sebuah perpaduan.

Adapun motif batik Kota Tangerang lainnya adalah:

  1. Motif Tangerang Herang
  2. Motif Nyimas Melati
  3. Motif Perahu Naga
  4. Motif Akhlakul Karimah
  5. Motif Tari Cokek
  6. Motif Cisadane 1
  7. Motif Cisadane 2
  8. Motif Masjid Al Azhom
  9. Motif Barongsai.
3. Komunitas Batik Tangerang Selatan

Ada beberapa ragam motif batik Tangerang Selatan

  1. Motif Gunung Krakatau
  2. Motif Kacang Kulit Sangrai Keranggan
  3. Motif Duren Parung
  4. Motif Lereng Jawara
  5. Motif Anggrek
  6. Motif Ondel-ondel
  7. Motif Bambu dan Golok

 

Komunitas Batik Tangerang Selatan bekerjasama dengan iBiG Academy membuka kelas membatik dengan tema MEMBIRU (Membatik di Tahun Baru). Selain mendapatkan pengalaman membatik, kita juga akan dapat kesempatan menambah penghasilan melalui bisnis online. Karena tidak diragukan lagi, batik memiliki harga jual yang tinggi dan sangat diminati sekarang.

 

Rencananya kelas akan berlangsung pada 19 Januari 2019 di iBiG Academy, Ruko The Icon Business Park Unit E-7, BSD City. Untuk informasi pendaftaran hubungi langsung kontak kami melalui 0812 – 1177 – 8838 atau hello@ibigacademy.com.

Posted in: #DoBig

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us