Search

+
supaya-anak-pintar-matematika
Kalahkan Rasa Benci Supaya Anak Pintar Matematika

Ketika kita membenci sebuah mata pelajaran, kita akan melakukan segala cara untuk menghindarinya. Kita bahkan sudah memiliki alasan-alasan untuk mendukung rasa tidak suka kita. Padahal matematika itu penting dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita kalahkan rasa benci supaya anak pintar matematika yuk.

 

Alasan-alasan orang tidak suka matematika
1. “Belajar matematika itu seperti belajar bahasa planet lain. Dan kita tidak suka belajar bahasa yang baru”

Ketika kita sedang bepergian ke sebuah negara atau kota lain, biasanya kita ingin mencoba berbicara dengan bahasa asli penduduk di sana. Selain memudahkan komunikasi, penduduk lokal juga biasanya lebih ramah dengan kita. Begitu pula dengan matematika. Ketika kita belajar bahasa matematika, lama kelamaan kita akan menikmati pembahasannya.

2. “Kenapa aku perlu peduli dengan X?”

Setiap kali kita melihat tanda X di matematika, kita suka kesal. Kenapa kita perlu mencari tahu tentang si X? Padahal kita tidak ada ketertarikan sama dia. Dan sepertinya X tidak berkaitan dengan masalah-masalah yang kita hadapi.

Sebenarnya, X ini menggambarkan tentang adanya masalah yang perlu dipecahkan. Dan memang hidup ini selalu ada masalah. Jadi dengan kita terbiasa mengerjakan soal si X yang suka bermasalah ini, kita sedang mempersiapkan diri untuk tidak putus asa dalam memecahkan masalah.

3. “Aku gak suka Matematika” itu tampaknya keren

Bila anak-anak sekolah zaman dahulu tidak berani mengungkapkan ketidaksukaannya pada matematika, anak-anak zaman now berbeda. Mereka tidak hanya mengungkapkan tapi juga akan memilih tidak belajar matematika kalau diperbolehkan oleh kurikulum sekolah.

Suasana ini juga diperburuk oleh orang-orang dewasa yang menyatakan hal yang serupa. Epidemik “tidak suka matematika” sudah menyebar. Beberapa orang bahkan membiarkan anaknya tidak belajar matematika dan fokus ke bidang yang mereka suka.

4. Matematika membuatku berpikir

Setiap kali diperhadapkan dengan hal-hal yang tidak dimengerti, kita merasa bodoh. Misalkan kita diminta untuk memperkirakan jarak dan waktu yang ditempuh dari satu tempat ke tempat lain untuk mempelajari efisien waktu. Beberapa dari kita langsung sakit kepala dan menyerah.

5. Matematika itu absolut

Matematika itu absolut dan tidak memungkinkan orang untuk berdebat. Jawaban 3×3 sudah pasti 9. Apapun formulanya. Hasil dari matematika pasti absolut. Tetapi proses dalam mencari jawabannya yang tidak absolut. Kita justru ditantang untuk mendapatkan cara paling mudah menyelesaikan persoalan si matematika ini.

6. Matematika hanya untuk orang Nerd

Orang Nerd alias orang yang kutu buku, suka belajar dan suka duduk di depan komputer ini sering dianggap membosankan. Beberapa anak memilih tidak menjadi orang Nerd karena dikira tidak ada anak perempuan atau laki-laki yang tertarik.

Orang-orang Nerd juga ada peminatnya kok. Dan biasanya tipe-tipe Nerd inilah yang jadi orang yang sukses dan membawa perubahan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan lainnya. Mereka menjadi magnet tersendiri di mata para lawan jenisnya.

7. Guru yang buruk

Beberapa orang membenci matematika karena metode mengajar guru. Kita tidak bisa menghindar kenyataan kalau tidak semua orang memiliki metode belajar yang berbeda. Guru yang diperlengkapi dengan pengetahuan tersebut dan kelas yang lebih kecil seperti iBiG Academy memungkinkan metode pengajaran yang lebih personal pada setiap murid.

 

Alasan-alasan di atas memang masuk akal. Tetapi perubahan pola berpikir bisa mengubah rasa tidak suka menjadi usaha lho. Karena perubahan pola pikir seorang anak berasal dari orang dewasa lainnya, kita bisa memulai perubahan dari diri kita sendiri.

1. Matematika hanyalah sebuah permainan

Kita senang dengan permainan gadget. Mereka menghibur namun juga menantang cara berpikir kita. Tetapi entah disadari apa tidak, permainan-permainan games ini secara tidak langsung mengajarkan matematika. Misalkan, saat sedang bermain RPG. Kita pasti memperhitungkan jumlah potions yang perlu dibawa, energi yang perlu dikeluarkan dan lain-lain. Kita tidak mau tokoh kita mati di tengah permainan.

Pelajaran matematika juga sudah ada games edukasinya itu sendiri. Para developernya membuat game edukasi ini dengan penampilan lebih menarik. Jadi anak-anak kecil senang memainkannya. Dengan dibekali visual dan audio, matematika itu hanya sebuah permainan yang sederhana. Kalau kita jago memainkannya, kita akan pintar matematika.

2. Matematika itu dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari

Banyak orang berkata anak seni itu hanya berupa perasaan. Hal ini tidak selalu benar. Contoh saja memasak. Kita perlu mempertimbangkan jumlah orang yang diberikan, budget yang ada dan harga bahan-bahan masakan di pasaran.

Selain itu kalori makanan yang dikonsumsi atau olahraga untuk membakar, cicilan, handphone, hubungan, menonton film dan lain-lain itu berhubungan dengan matematika. Jadi kita tidak bisa menghindar dari matematika.

3. Matematika itu sebuah otot

Saat kita berolahraga, otot kita akan terasa sakit di awal. Ketika kita tidak putus asa karena rasa sakit yang dirasakan maka otot kita semakin kuat. Hal yang sama juga terjadi ketika kita sedang mengerjakan sebuah persoalan matematika, kita sedang melatih otot otak. Saat kita menemui persoalan yang sulit, otak kita justru semakin bekerja dengan baik. Kita pun semakin dekat dengan kunci jawaban.

4. Matematika itu bisa dipelajari

Banyak orang percaya kalau tidak semua orang bisa belajar matematika. Karena beberapa orang memang terlahir orang matematika atau bukan orang matematika. Bisa tidaknya seseorang memahami matematika memang tergantung dari cara mengajar dan keinginan untuk belajar.

Kita memang tidak semua terlahir sebagai Einstein atau penemu-penemu lainnya. Tetapi kita semua mempelajarinya untuk mempermudah kehidupan kita. Jadi kita perlu kalahkan rasa benci kita pada matematika.

 

Selain adopsi pemikiran baru, kita bisa membuat anak-anak mengikuti kelas coding anak. Kelas ini mengajarkan matematika seperti jumlah, pembagian, sudut dan lain-lain. Kita juga akan menangkap algoritma yang akan membantu anak-anak untuk senang memecahkan masalah si matematika. Ketika anak-anak terbiasa memecahkan masalah, mereka akan menyukainya. Inilah cara supaya Anak Pintar Matematika

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us