Search

+
perkembangan-kognitif-anak
Kebiasaan Bisa Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak

Setiap manusia pasti bertumbuh. Salah satunya adalah perkembangan kognitif anak. Perkembangan berhubungan dengan kemampuan manusia dalam mengetahui, memahami sebuah informasi dan mengolahnya. Lewat perkembangan inilah, anak-anak menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah.

Perkembangan kognitif sangat bergantung dengan keterlibatan orang tua. Misalkan orang tua yang menginvestasikan anaknya agar mengikuti kegiatan belajar coding untuk anak. Kegiatan ini telah membantu anak-anak untuk memahami sebuah konsep terutama matematika. Selain itu mereka juga belajar menyelesaikan masalah.

Selain mengikuti kursus, orang tua juga bisa melatih kognitif anak anak lewat kebiasaan-kebiasaan. Menurut sebuah studi dari Lancet Child & Adolescent Health; kemampuan kognitif sangat dipengaruhi oleh tidur cukup, screen time dan olahraga.

Anak-anak SD; berkisar 7 – 12 tahun perlu tidur setidaknya 9 jam sehari. Mereka harus olahraga minimal 1 jam. Dan bermain game, Youtube-an atau screen time maksimum 2 jam. Sebuah pedoman yang jarang didisplinkan orang tua kepada anaknya.

Anak-anak yang tidak mengikuti pedoman ini dievaluasi oleh The Canadian 24-Hour Movember Guidelines for Children and Youth. Mereka menilai dari aspek bahasa, memori, perencanaan dan kecepatan menyelesaikan tugas bertubi-tubi.

Alhasil, anak-anak yang tidak mengikuti pedoman ini memiliki nilai lebih buruk. Selain itu mereka menemukan fakta, semakin lama anak bermain atau menonton di layar gadget maka semakin buruk pula nilai mereka. Pengaruh screen time lebih tinggi dibanding kurang tidur dan kurang olahraga sekalipun kebiasaan lainnya juga tidak bisa diabaikan.

 

Lalu apa yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua?

Semua bermula dari Anda. Anak-anak adalah peniru. Anda perlu menjadi contoh bagi mereka. Ketika Anda senang berolahraga maka anak-anak Anda pun akan mengikuti kebiasaan baik Anda. Anda bisa memulainya dengan mengajak dia jogging atau bersepeda keliling rumah. Kalau bisa hindari kegiatan indoor agar anak bisa berjemur matahari dan terpapar udara segar.

Anda juga perlu mengatur jadwal tidur Anda. Orang tua yang tidur jam 10 juga akan membuat anak Anda tidur di jam yang sama. Buat Anda yang sering lembur, mungkin bisa mengatur waktu agar pulang pagian. Selain bisa memiliki waktu berkualitas dengan anak, tidur nyenyak anak juga tidak terganggu.

Kebiasaan lain dari orang tua yang sering membuat anak ikut-ikutan adalah main gadget atau menonton berlama-lama habis di rumah. Anak tentu saja akan mengikuti kebiasaan orang tuanya. Selain membatasi waktu screen time, orang tua bisa membuat kegiatan seru yang merangsang perkembangan kognitif di rumah.

Beberapa aktifitas kognitif yang seru adalah:

1. Simon Berkata

Permainan ini bisa dilakukan berpasang-pasangan atau berkelompok. Simon berkata adalah sebuah permainan klasik yang mengajarkan anak untuk mengikuti instruksi. Peraturannya mudah. Salah satu anak menjadi Simon. Yang lain hanya boleh mengikuti instruksi kalau dia memulai instruksi dengan berkata “Simon berkata …. pegang tangan kiri dengan tanan kanan”.

Ketika anak-anak mengikuti instruksi tanpa ada awal “Simon berkata” maka dia keluar dari permainan. Bila semua sudah keluar, maka Anda bisa memilih Simon yang lain.

 

2. Panas Dan Dingin

Anda menyembunyikan barang kesayangannya di sebuah tempat. Lalu Anda minta dia mencari. Setiap kali dia mendekat kepada barang yang dicari, Anda perlu berkata “panas”. Ketika dia menjauhinya, Anda bisa berkata “dingin”.

Permainan ini juga mengajarkan anak untuk sabar dan tetap bertahan. Dia juga akan menyadari, ketika mereka tidak melihat sesuatu, bukan berarti tidak ada.

 

3. Labirin

Anda bisa membuat labirin di kertas. Atau ke taman bermain dengan labirin. Anak-anak akan belajar untuk mengambil keputusan untuk ke kiri atau ke kanan. Ketika dia menemui jalan buntu, dia perlu putar balik dan mengingat kembali jalan terakhir yang dia tempuh.

Kegiatan ini sangat bagus untuk meningkatkan aktifitas otak. Kemampuan memecahkan masalah anak bisa meningkat sekaligus melatih pemikiran konseptual dan imajinasinya.

 

4. Papan permainan

Dibanding Anda membelikan mainan gadget, Anda memberi dia papan permainan kreatif seperti Ludo, Monopoly, ular tangga, papan catur dan lain-lain. Permainan ini mengajarkan anak-anak untuk bersabar karena harus menunggu giliran mereka. Selain itu papan permainan juga akan berpikir strategis dan meningkatkan perkembangan kognitif anak.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us