Search

+
bahasa-pemrograman
Kenapa Anak Belajar Coding Dengan Blockly?

Buat Anda yang lulusan teknik informatika atau yang pernah belajar programming, pasti mengerti text based programming. Beberapa bahasa pemrograman yang terkenal dan sering dipakai adalah C++, C#, Javascript, Python, dan masih banyak lagi.

 

Text Programming vs. Visual Programming

Bahasa yang Anda pelajari ini memang banyak digunakan dan sudah menghasilkan banyak aplikasi-aplikasi keren. Sayangnya, bahasa ini kurang menarik bagi anak-anak. Mereka butuh gambar, warna, gerakan agar mereka betah belajar coding. Untuk itulah anak-anak butuh visual programming.

Salah satu visual programming adalah Blockly. Bila orang dewasa belajar programming dengan banyak mengetik maka anak-anak menggunakan sistem click, drag and drop. Buat pemula, tentu lebih mudah belajar visual programming dibanding text programming. Anak-anak lebih butuh memahami logika komputer dibanding syntax. Sekalipun nantinya mereka akan mempelajari semuanya.

Sekalipun penampilannya lebih menarik dan mudah dipelajari, bukan berat programming berbentuk gambar in tidak mengajarkan seluruh konsep komputer. Lewat Blockly, anak-anak juga belajar pengulangan instruksi (Looping) atau meminta komputer membuat pilihan dari instruksi yang ada (Conditional). Mereka mempelajari syntax yang dimengerti oleh komputer.

Bedanya, visual programming itu menyediakan dan bukan membuat instruksi-intruksi. Jadi anak-anak tinggal click, drag and drop semua balok dengan tepat agar hasil yang diinginkan jalan. Berbeda dengan programming berbentuk tulisan, Anda harus mengingat instruksi-instruksi yang perlu digunakan. Dan instruksi tersebut harus ditulis dengan tepat misalkan lengkap dengan titik koma, tanda seru dan lain sebagainya. Bila tidak, Anda akan menemukan banyak kesalahan saat debug.

Tentu banyaknya hal-hal detil yang perlu diingatkan membuat anak kecil sulit fokus mempelajari logika dengan cepat. Dengan menggunakan blockly, anak-anak tidak perlu khawatir apakah tanda kurung sudah dibuat atau tidak. Nah setelah logika komputer sudah dikuasai anak-anak, maka mereka baru dianjurkan untuk text based programming. Sebenarnya text based programming itu jauh lebih bagus dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi.

Nah, setelah kita mengetahui visual programming dan Blockly adalah salah satu contohnya. Kita perlu mengenal lebih jauh tentang bahasa programming ini.

 

Kenapa iBiG Academy menggunakan Blockly?

Blockly diciptakan oleh Google. Menurut Jennifer Van Barth; asisten eksekutif Google, Blockly dibuat dalam bentuk web-based dengan penekanan di visual. Blockly memungkinkan pengguna untuk membuat dan menjalankan program dengan hanya mengatur balok. Jadi programmer pemula dari segala usia bisa belajar bersama.

Blockly menggabungkan berbagai permainan edukasi untuk mengajarkan coding kepada anak-anak, termasuk Puzzle. Bentuk-bentuk balok Blockly itu harus cocok agar bisa dipasangkan. Maze, Burung dan Kura-kura bermanfaat untuk memperkenalkan looping dan conditionals.

Blockly juga menggunakan berbagai game menarik seperti Movie and Pond untuk programming tingkat lanjut. Movie akan memperkenalkan hitungan-hitungan matematika untuk membuat animasi. Pond memungkinkan anak-anak untuk membuat program bebek terpintar. Pond JS akan mengajarkan tingkat coding lebih lanjut yaitu dari balok-balok ke text-based programming.

Blockly sendiri juga lebih mudah di-export ke berbagai bahasa pemrograman yang populer seperti PHP, Javascript ke Pyhton. Jadi Blockly mempersiapkan anak-anak untuk lebih mudah masuk dunia syntax. Yang tentu saja, semua ini sangatlah menguntungkan bila anak-anak ingin menjadi pengembang games.

Selain bagus untuk memahami coding, Google ini mengembangkan Blockly untuk mendukung masa depan dunia teknologi. Mereka memudahkan dan mempersiapkan anak-anak baik laki-laki maupun perempuan untuk terjun ke dunia komputer. Alasannya, dunia teknologi akan terus menerus berkembang secara pesat. Dan anak-anak generasi Z dan seterusnya yang akan banyak utak-atik teknologi ini sendiri.

Di masa depan juga, anak-anak dengan konsep berpikir komputerisasi juga akan semakin banyak dicari. Sekalipun mereka tidak terlibat langsung dalam pengembangan teknologi, tetapi mereka kudu memahami konsep dan cara bekerjanya. Memahami coding menjadi sebuah plus poin saat diwawancara oleh perusahaan.

Jadi Anda bisa melihat coding itu penting dipelajari oleh anak-anak. Dan coding juga dibuat semudah mungkin agar anak-anak bisa memahami konsepnya dengan cepat. Nah, orang tua jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan ini. Bila Anda ingin anak-anak mempelajari Blockly atau bahasa pemrograman lainnya di wilayah BSD, Anda bisa mendaftar ke iBiG Academy.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us