Search

+
manfaat belajar coding
Manfaat Belajar Coding Tidak Hanya Untuk Mengenal Dunia Digital

Banyak orang tua yang akhirnya meminta anak mereka untuk masuk ke kursus coding. Hal ini disebabkan mereka tahu manfaat belajar coding bagi anak-anak.

Ini bukan hanya agar anak tahu lebih banyak mengenai dunia komputer, software, dan internet. Ini bukan hanya tentang bagaimana anak tahu mengenai teknologi. Karena beberapa kelebihan belajar coding tidak berhubungan dengan skill dalam hal coding dan komputer. Belajar coding juga memberikan manfaat untuk kehidupan anak sehari-hari.

Rasanya tidak masuk akal. Sepertinya memang tidak ada kaitannya adalah belajar coding dengan kehidupan sehari-hari. Namun, setelah Anda tahu lebih banyak mengerti tentang manfaat belajar coding, Anda pasti bisa memahami korelasinya.

Manfaat Belajar Coding untuk Kehidupan Sehari-Hari

Setelah Anda tahu manfaat coding untuk anak berikut ini, perspektif Anda akan semakin luas. Dan tidak lagi menganggap coding itu hanya untuk anak-anak yang memang suka dengan dunia digital, software, atau komputer.

  1. Mengasah Kreativitas

Sebagai orang tua, Anda pasti setuju jika kreativitas anak harus diasah. Apalagi untuk anak kecil. Kreativitas menjadi keunggulan tersendiri. Anak yang kreatif pada dasarnya anak yang memiliki keinginan yang kuat untuk terus mempelajari hal yang baru.

Apalagi di era saat ini. Orang yang hebat itu bukan orang yang pintar, melainkan orang yang kreatif. Lihat saja. Beberapa anak muda hebat sekarang ini pada hakekatnya memiliki daya kreativitas yang tinggi.

Anda ingin kan agar anak Anda terus mengasah daya kreatifnya? Oleh sebab itu, tidak salah jika Anda biarkan anak belajar tentang coding. Salah satu manfaat belajar coding adalah untuk mengasah kreativitas. Karena dengan belajar coding, anak belajar untuk menuangkan apa yang ada di pikiran menjadi kenyataan. Misalnya saja anak ingin membuat game atau aplikasi tertentu.

  1. Terbiasa Memecahkan Masalah

Saat anak belajar coding, anak akan diarahkan untuk membuat karya. Dan untuk membuat sebuah karya, anak sebenarnya mengerti apa yang ingin dibuat. Pasti ada masalah. Belum lagi jika aplikasi atau game yang dibuat terdapat bugs. Anak akan berpikir bagaimana cara memecahkan masalah tersebut.

Jadi, ilmu tentang coding itu hanya ilmu dasar saja. Anak bisa menggunakan ilmu coding tersebut untuk membuat karya. Apapun itu. Bisa berupa game, aplikasi, dan lain sebagainya.

  1. Sabar

Dengan belajar coding, anak akan terbiasa bersabar. Karena dalam membuat sebuah karya, anak dituntut untuk ulet dan sabar. Butuh waktu yang lama. Lama waktu yang dibutuhkan tergantung kerumitan game atau aplikasi yang ingin dibuat.

Akan tetapi, yang paling penting adalah kebiasaan untuk bersabar. Anak akan terbiasa untuk menjadi anak yang penyabar di dunia nyata. Bukan hanya ketika belajar coding.

  1. Berpikir Logis

Kebanyakan, anak itu suka dengan hal-hal yang bersifat hiburan. Tingkat logikanya kurang. Terutama anak yang masih di bangku SD. Hanya sedikit anak yang logiknya sudah bagus. Biasanya, anak tersebut mahir di bidang matematika.

Nah, jika Anda ingin anak Anda bagus dalam hal logika, Anda bisa memasukkan anak Anda ke kursus coding anak. Di tempat kursus ini, anak akan belajar coding sekaligus belajar logika. Karena sebenarnya coding tak lain adalah ilmu logika. Ada kaitan antara penerapan coding dengan logika.

Apa imbasnya dalam kehidupan sehari-hari? Anak akan menjadi lebih logis dalam berpikir dan menghadapi masalah. Keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan yang terbaik.

  1. Fokus Pada Hasil

Anak memang masih berada di dunia main-main. Namun, Anda pasti akan lebih bangga jika main-mainnya anak itu menghasilkan sebuah karya. Itulah salah satu manfaat belajar coding. Saat belajar coding, pada dasarnya anak sedang main-main. Hanya saja, ada hasil yang akan didapatkannya.

Diharapkan, di setiap kegiatan, anak juga berorientasi pada hasil. Ketika ia belajar di sekolah, ia tahu hasil apa yang ingin dicapai. Ketika melakukan penelitian di sekolah, ia tahu solusi apa yang bisa ditawarkan dari penelitian tersebut.

Jadi, kapan Anda akan mengajak anak untuk belajar coding? Sekarang ini, sudah ada sekolah coding untuk anak. Kurikulumnya disesuaikan dengan kemampuan dan juga interest anak-anak.

Belajar Coding Bagian dari Pengembangan Bakat

Sudah tidak zamannya lagi anak didorong untuk menguasai semua mata pelajaran. Anak harus punya spesialisasi sendiri.

Oleh sebab itu, stop untuk membuat anak tahu segalanya. Akan lebih baik anak spesial dalam satu pelajaran daripada menguasai semua pelajaran tapi tidak maksimal.

Itulah mengapa para psikolog anak mengajurkan orang tua sedini mungkin melakukan pemetaan bakat anak. Ini merupakan proses untuk menggali dan menemukan potensi apa yang ada di dalam diri anak.

Pemetaan bakat anak bisa dilakukan dengan cara membiarkan anak mencoba banyak hal. Kemudian, Anda sebagai orang tua mengeliminasi mana kegiatan yang anak terlihat menonjol dan anak suka dengan kegiatan tersebut.

Jika ternyata anak suka game, mungkin saja anak punya bakat di bidang pembuatan game. Apalagi membuat game sedang trending saat ini. Jika bakat anak ada pada bidang itu, tidak salah ketika Anda memasukkannya ke tempat kursus coding. Di sana, anak tidak hanya belajar game tapi juga belajar bagaimana membuat game sendiri.

Terlepas dari hal tersebut, ada beberapa manfaat belajar coding yang bisa didapat oleh anak seperti pengembangan soft skill hingga mengasah kreatifitas dan imajinasinya.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan