Search

+
Tips Mengembangkan Otak Anak sejak Usia 6 tahun
Meningkatkan Kognitif Anak Saat Usianya Belum Mencapai 3 Tahun

Tak banyak yang biasanya orang tua lakukan ketika anak mereka masih kecil. Padahal, sekecil apapun usia sang buah hati, mereka harusnya mulai untuk meningkatkan kognitif anak. Mereka hanya perlu mencari tahu cara yang tepat sesuai dengan usia sang buah hati.

Mungkin Anda orang tua yang memiliki anak yang usianya baru 3 tahun. Atau jangan-jangan belum sampai 3 tahun. Tentu tidak masalah.

Anda harus tahu usia 3 tahun adalah usia di mana anak berada di masa golden age. Jika Anda sering membaca mengenai masa perkembangan anak, golden age ini masa yang sangat penting. Karena pada saat itu, sel otak anak berkembang begitu banyak. Tugas orang tua adalah membantu anak agar sel otak tersebut berkembang lebih maksimal.

Apa yang terjadi? Tentunya saja kemampuan kognitif anak semakin bagus. Anak akan tumbuh istimewa dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Kegiatan Menstimulasi Kognitif Anak Balita

Tugas Anda sebagai orang tua adalah menstimulus sel otak agar terus berkembang. Kemudian diharapkan hal tersebut bisa membuat kemampuan kognitif anak semakin baik.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang bisa Anda upayakan untuk meningkatkan kognitif anak. Antara lain sebagai berikut:

  1. Membacakan Buku

Anak usia 3 tahun ke bawah tentu saja belum bisa membaca. Dan memang tidak disarankan pada usia tersebut anak dipaksa untuk belajar membaca.

Di beberapa negara Eropa, anak balita tidak diajarkan membaca. Berbeda dengan di Indonesia. Saat PAUD atau TK, anak sudah dituntut untuk bisa membaca. Bahkan ada sekolah yang sudah mengajarkan peserta didik untuk menulis.

Tentu bukan hal yang salah. Namun, itu bukan usia yang tepat untuk mengajarkan bagaimana membaca dan menulis. Anak balita sebaiknya belajar.

Yang perlu dikembangkan adalah kemampuan kognitif anak. Dan kemampuan kognitif anak ini tidak ditentukan dari seberapa banyak kata yang sudah bisa dibaca atau ditulis oleh anak. Bukan itu.

Anak usia di 3 tahun ke bawah dianggap memiliki kognitif yang baik jika sudah mulai bisa berbicara. Ia bisa mengucapkan nama benda dengan tepat.

Apa yang harus Anda lakukan? Sederhana. Anda sebagai orang tua hanya perlu membeli buku yang ada gambarnya. Lalu, Anda bacakan setiap kali anak akan tidur, misalnya. Ini cara peningkatan kognitif anak yang tepat sekali ketika usianya masih di bawah 3 tahun.

  1. Kebiasaan Tanya Jawab

Sebagai orang tua, tentu Anda senang sekali ketika anak sudah mulai bisa berbicara. Anak usia 3 tahun seharusnya sudah cukup lancar berbicara. Dan ini menjadi salah satu patokan apakah perkembangan kognitif anak baik atau tidak.

Ada satu tips yang bisa Anda terapkan. Biasakan untuk melakukan tanya jawab dengan anak. Ini lebih dari mengajarkan anak bicara. Ini juga bisa menjadi cara untuk mempererat ikatan batin Anda dengan sang buah hati.

Yang pasti, dengan tanya jawab, kemampuan kognitif anak meningkat. Sambil bertanya, Anda bisa tunjukkan nama beda baru yang mungkin sang buah hati Anda belum ketahui.

  1. Bermain Musik

Anda pasti sudah tahu bahwa musik bisa mencerdaskan otak. Itulah mengapa saat bayi masih ada di dalam kandungan, seorang ibu hamil disarankan memperdengarkan musik.

Lain jika anak sudah berusia 3 tahun. Anda harus memperkenalkan musik. Bisa saja Anda belikan mainan yang mengeluarkan bunyi-bunyian. Bunyi yang keluar dari alat musim ternyata mampu menstimulus peningkatan kognitif balita.

Mungkin ada hal yang sudah Anda lakukan. Namun, Anda tidak intens melakukan hal tersebut. Bisa jadi itu disebabkan Anda tidak tahu jika ternyata kegiatan tersebut sangat baik untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak.

Lalu, bagaimana jika anak sudah berusia di atas 3 tahun? Bagaimana jika anak sudah berada di bangku sekolah dasar? Diperlukan cara yang lebih menantang lagi untuk meningkatkan kognitif sang buah hati.

Siapkan Kegiatan yang Lebih Menantang

Sebagai orang tua, Anda harus tahu banyak hal mengenai pola asuh dan cara membesarkan anak. Butuh cara yang beda untuk setiap usia anak.

Untuk anak yang usianya di atas 5 tahun, misalnya, cara meningkatkan kognitif anak beda. Anak harus diberi kegiatan yang lebih menantang.

Logika harus diasah. Itu poin pentingnya. Daya kreativitasnya harus terus dikembangkan. Caranya misalnya dengan mengenalkan kegiatan baru. Anda bisa memasukkan anak ke kelas coding anak. Ini kursus yang akan mengajarkan anak untuk membuat karya digital melalui proses belajar coding.

Kini, coding tidak hanya bisa dipelajari oleh orang dewasa. Lihat saja anak kecil sudah mampu membuat game sendiri. Jadi, anak tidak lagi menjadi obyek tapi subjek dari sebuah game. Artinya, anak tidak menjadi konsumen melainkan produsen.

Dan bukan hal yang salah jika sedini mungkin Anda kenalkan coding kepada anak. Pasalnya, ketika ia sudah dewasa nanti, anak tidak bisa lepas dari hal yang berbau digital. Jika Anda ingin mempersiapkan anak di masa yang akan datang, Anda harus mengenalkan hal yang akan menjadi bagian dari hidupnya di masa yang akan datang.

Yang pasti, belajar coding juga termasuk cara untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Hal ini disebabkan logika anak akan dipacu untuk terus berkembang. Ia akan diajarkan tentang pengetahuan coding dasar. Dari pengetahuan tersebut, anak diminta untuk membuat karya, entah itu berupa game atau aplikasi.

Ini akan menjadi kegiatan yang menarik bagi anak-anak di zaman sekarang. Dan Anda sudah melakukan peran yang baik sebagai orang tua, yaitu memberikan fasilitas untuk terus meningkatkan kognitif anak.

Posted in: #DoBig

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan