Search

+
meningkatkan kreativitas anak
Meningkatkan Kreativitas Anak Harus Disesuaikan dengan Umur

Setiap orang tua ingin sekali membantu untuk meningkatkan kreativitas anak. Anda pun akan sangat senang sekali jika memiliki anak yang kreatif, bukan?

Namun, jangan asal ya. Terkadang, orang tua tidak memberikan permainan kreatif yang tepat sesuai dengan usia sang buah hati. Padahal, permainan yang tepat sangat menentukan apakah daya kreativitas anak terasah dengan baik atau tidak.

Untuk itu, Anda perlu tahu permainan kreatif seperti apa yang cocok untuk anak Anda.

Meningkatkan Kreativitas untuk Anak 1-3 Tahun

Permainan seharusnya disesuaikan dengan usia anak. Jika tidak, permainan tidak akan bisa dimainkan dengan baik.

Pernahkah Anda membelikan mainan tapi akhirnya mainan tersebut rusak karena ulah anak? Atau pernahkah Anda beli permainan anak yang mana Anda butuh waktu yang sangat lama untuk menjelaskan bagaimana cara bermainnya? Jika hal-hal tersebut Anda pernah alami, ada kemungkinan Anda salah membeli permainan.

Ada puluhan mainan di luar sana yang bisa meningkatkan kreativitas anak. Akan tetapi, jangan sampai Anda mengeluarkan uang untuk membeli permainan yang salah. Berikut ini mainan kreatif untuk anak usia 1-3 tahun.

  1. Playing dough

Salah satu ciri mainan yang bisa mengembangkan sisi kreatif anak adalah permainan yang membuat anak berkreasi. Dan untuk balita usia 1-3 tahun, playing dough paling tepat.

Apakah Anda tahu apa itu playing dough? Ini merupakan pasir buatan di mana anak bisa mencetak sebuah barang. Sudah disediakan cetakanya seperti cetakan berbentuk ikan, udah, kerang, dan lain sebagainya. Anak akan memasukkan dough ke dalam cetakan lalu ia membuat sebuah bentuk tertentu.

Untuk anak usia di bawah 3 tahun, ini hal yang cukup sulit. Jadi, untuk mengasah imajinasi dan kreativitas anak usia di bawah 3 tahun, permainan ini sangat tepat untuk Anda pilih.

  1. Bermain Lego

Lego menjadi permainan yang sangat ngetrend saat ini. Harganya memang agak mahal. Namun, jika itu untuk peningkatan kreativitas anak, bukankah harga tidak lagi menjadi masalah?

Dengan memberikan permainan lego, Anda akan biarkan anak bermain dengan imajinasinya sendiri. Ia akan membayangkan bagaimana membuat rumah, gedung, atau apapun dan menuangkan imajinasinya tersebut ke balok-balok lego. Di sinilah sisi kreativitas anak akan terasah.

Hanya saja, Anda perlu memberikan dampingan jika anak masih berusia di bawah 2 tahun. Anda perlu membimbing bagaimana cara bermain lego. Dan dikhawatirkan juga mainan lego ditelan. Karena saat usia anak masih 1 tahun, terkadang apapun dimasukkan ke dalam mulut. Dan itu menjadi berbahaya ketika legi tertelan.

  1. Puzzle

Salah satu permainan yang akan mengasah daya kreatif anak balita usia di bawah 3 tahun adalah puzzle. Hal ini disebabkan anak akan termotivasi untuk merangkai rangkaian puzzle sehingga berada di tempat yang seharusnya.

Anda bisa membelikan puzzle dengan gambar sesuai dengan yang anak sukai. Perhatikan karakter kartun apa yang sang buah hati favoritkan. Anda bisa membelikan puzzle dengan karakter tersebut.

Mungkin Anda sudah membelikan satu di antara beberapa permianan peningkatan kreativitas anak tersebut. Lalu, langkah selanjutnya adalah terus memperhatikan perkembangan anak. Ini yang paling penting untuk Anda lakukan.

Meningkatkan Kreativitas Balita di Atas 3 Tahun

Bagaimana jika usia anak sudah di atas 3 tahun? Kebanyakan, anak yang usianya sudah 3 tahun ke atas tidak terlalu suka dengan mainan yang remeh temeh. Anda butuh memberikan permainan yang level kesulitannya sedikit lebih tinggi.

Apa itu? Menggambar atau mewarnai. Anda bisa mengajak anak untuk suka menggambar dan mewarnai.

Kegiatan ini terlihat sangat sederhana. Padahal tidak. Ini jauh lebih sulit dibandingkan dengan merangkai lego. Pasalnya, anak menuangkan imajinasinya ke dalam kertas putih dan kosong. Anak harus membuatnya dari awal. Berbeda dengan lego. Sudah ada bahan yang bisa dirangkai. Bahkan, terkadang sudah ada panduannya.

Maka dari itu, jika Anda ingin meningkatkan kreativitas anak usia 3 tahun ke atas, Anda bisa mulai dengan melakukan serangkaian tes bakat. Karena usia 3 tahun adalah usia yang tepat untuk mendeteksi bakat anak.

Jika anak suka menggambar dan mewarnai, Anda bisa coba carikan kelas atau komunitas menggambar dan mewarnai untuk anak. Perhatikan ketekunan dan perkembangannya.

Jika ternyata Anda tidak melihat ada bakat anak di bidang tersebut, cari kelas yang lain. Misalnya saja kelas coding anak. Ini sedang menjadi trend di perkotaan. Orang tua tahu bahwa anak akan menghadapi dunia yang berhubungan dengan digitalisasi. Jadi, para orang membekali anak mereka dengan ilmu tentang coding. Dengan harapan anak sudah mengenal apa itu coding. Ada juga yang berharap anak tertarik dan mau terus mengembangkan pengetahuan coding.

Ini juga termasuk kelas untuk mengasah kreativitas anak. Karena di kelas coding ini, anak akan diajarkan bagaimana menerapkan coding untuk membuat game. Jadi, anak akan bisa membuat kreasinya sendiri. Biasaya, anak suka mendesai game sendiri.

Kelas ini cocoknya untuk anak yang usianya setidakya sudah 5 tahun. Jadi, ini menjadi pilihan yang tepat jika anak Anda sudah berusia 5 tahun ke atas. Barangkali saja bakat dan ketertarikan anak Anda ada di sana.

Ini juga bagus sekali untuk mengobati masalah kecanduan game. Banyak orang tua yang tidak bisa menghentikan anak yang sudah kecanduan game di hp. Salah satu solusinya adalah membiarkan anak terjun lebih dalam lagi dalam dunia game itu sendiri, yaitu mengajak anak mengetahui bagaimana cara membuat game. Otomatis, anak akan lebih tertarik. Dan hp tidak lagi memberikan efek negatif bagi anak.

Yang pasti, peran Anda sebagai orang tua sangat penting untuk meningkatkan kreativitas anak. Yang menjadi pertanyaan adalah sudah seberapa jauh keterlibatan Anda dalam meningkatkan kreativitas sang buah hati?

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us