Search

+
supaya-anak-mau-belajar
Menjanjikan Hadiah Supaya Anak Mau Belajar Itu Ide Bagus Atau Tidak?

Orang tua melakukan banyak upaya supaya anak mau belajar. Salah satunya adalah iming-iming pemberian hadiah. Misalkan, kalau mereka mendapatkan nilai A untuk mata pelajaran tertentu, mereka akan memilih mainan di toko.

Metode pemberian hadiah ini sudah dilakukan dari dulu.Tetapi cara ini menuai berbagai kontroversi bahkan di kalangan psikolog itu sendiri. Masing-masing kubu memberikan alasan yang cukup masuk akal. Dibanding kita bingung, mari kita mencari tahu pro kontra dari pemberian hadiah agar anak-anak mau belajar.

 

Keuntungan dari pemberian hadiah pada anak
1. Anak-anak menunjukkan perubahan sikap ke arah positif

Anak-anak yang diimingi-imingi dengan hadiah menunjukkan sikap yang lebih positif baik saat belajar ataupun bertindak lebih sopan kepada orang lain.

2. Motivasi belajar meningkat

Anak-anak lebih tertarik dengan mata pelajaran yang dibagikan. Hasilnya adalah dia belajar lebih rajin belajar dan mengerjakan tugas sekolah tanpa perlu diminta. Pada saat dia kelas mereka lebih aktif tanya jawab dengan guru.

3. Mengetahui performa yang perlu dicapai

Anak-anak tidak hanya berubah sikap terhadap tugas-tugas sekolah dan mata pelajaran. Mereka juga tahu standar performa yang perlu dicapai untuk mendapatkan pengakuan, pujian ataupun hadiah. Hal ini akan membantu mereka dalam menghadapi target-target di dunia kerja.

4. Anak-anak lebih bahagia

Anak-anak yang kaya akan pencapaian adalah anak-anak yang bahagia. Mereka menjadi lebih percaya diri dan bangga akan hasil karyanya. Hadiah sangat membantu anak-anak untuk lebih produktif. Apalagi hadiah itu berupa sesuatu yang disukai.

5. Tugas-tugas sekolah akhirnya kelar

Anak-anak biasanya ogah mengerjakan tugas sekolah apalagi banyak. Dengan pemberian hadiah, kita bisa bernafas lega. Mereka termotivasi untuk menyelesaikan tugasnya secepat mungkin. Dan bila dilakukan terus menerus dan benar, maka nilai akademis dia akan meningkat. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui bukan?

 

Kekurangan Dari Metode Pemberian Hadiah
1. Kecanduan hadiah

Anak-anak bisa kecanduan hadiah. Bila mereka tidak mendapatkan insentif, maka mereka tidak mau belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah sama sekali. Suatu karakter buruk yang bisa menyulitkan dia pada saat memasuki dunia kerja.

2. Penurunan Nilai

Hadiah-hadiah yang awalnya berupa kejutan ini tidak lagi berasa bernilai. Bahkan anak-anak mengharapkan hadiah yang lebih baik. Padahal kita hanya mau mereka terus belajar agar masa depan mereka lebih terjamin.

3. Buru-buru

Bagi anak-anak yang dimotivasi dengan hadiah, mereka cenderung berpikir lebih penting menyelesaikan tugas dibanding memahami mata pelajaran yang dibagikan. Mereka akan fokus selesaikan tugas-tugas secepat mungkin. Mereka tidak lagi mencerna dan berpikir kritis atas mata pelajaran yang telah dibagikan. Mereka bisa saja dengan gampang lupa kalau tidak menyentuh pelajaran tersebut lagi.

4. Kontrol dan tekanan

Kadang-kadang kita kurang memahami kapasitas seorang anak ketika dalam pemberian hadiah. Anak-anak akan merasa tertekan karena pencapaian yang kita harapkan begitu tinggi. Selain itu, anak-anak juga bisa merasa kalau kita sedang mengontrol atau manipulasi mereka agar melakukan sesuatu.

5. Menyuap

Kita secara tidak langsung mengajarkan anak akan praktek suap menyuap untuk mendapatkan sesuatu. Padahal kerja keras lebih penting dibanding hanya mengharapkan imbalan bukan?

 

Nah, kita sudah mengetahui pro kontra dari pemberian hadiah. Jadi apakah kita perlu mempraktekkan?

Menurut hasil yang telah kami lakukan di iBiG Academy, pemberian hadiah bisa menjadi sesuatu yang bagus. Asal kita tepat dalam penggunaannya maka kontra bisa diminimalisir. Nah, mari kita cari tahu beda hadiah ekstrinsik dan hadiah instrinsik.

Hadiah ekstrinsik adalah pemberian hadiah berupa barang fisik kepada anak ketika mereka berhasil mendapatkan pencapaian. Pemberian tipe yang satu ini selalu memicu anak-anak untuk melakukan sesuatu di luar kenyamanan dia. Jadi pemberian ini sangat membantu ketika anak-anak diminta untuk melakukan hal-hal yang baru.

Keuntungan dari hadiah ekstrinsik adalah anak-anak mendapatkan pelajaran, pengalaman dan pengetahuan yang baru. Beberapa contoh sederhana adalah kenaikan uang jajan bila mendapatkan ranking 1. Atau si kecil mendapatkan piagam saat mengikuti lomba renang dan seterusnya.

Sayangnya hadiah yang bersifat sodoran dari luar ini hanya berefek jangka pendek. Bila dilakukan terus menerus maka kita yang berasa kewalahan. Kita menyediakan hadiah secara konsisten dan perlu meningkatkan nilai pemberian dalam kurun waktu tertentu atau mereka tidak mau belajar. Akhirnya semua kontra dan metode pemberian hadiah pun bisa kita lihat di sini.

Berbeda dengan pemberian ekstrintik, pemberian instrintik tidak terfokus pada hadiah atau nilai-nilai pelajaran yang didapat. Tetapi pemberian ini menarik anak-anak untuk mengerjakan tugas yang berada di depan mereka. Pemberian ini membuat anak-anak berpikir kreatif dan mengembangkan minat.

Contohnya adalah memberikan pengajaran kelas coding di iBiG Academy. Kami mengetahui murid-murid kami suka dengan games dan ingin belajar coding sambil main games. Tetapi kami juga tahu kalau mereka perlu memahami konsep logika komputer. Maka kami pun mengajarkan konsep sekitar 20%. Selanjutnya kita pun memberikan praktek coding seperti bermain game Minecraft sekitar 80%.

Contoh lainnya dari pemberian instrinsik adalah memberikan mereka kesempatan untuk terlibat dalam sebuah aktifitas sekolah. Baik karena mereka terlihat memiliki minat atau kita percaya dengan kemampuan mereka.

Pemberian instrintik ini memiliki efek jangka panjang yang lebih baik. Dia menarik minat anak-anak untuk menggali lebih banyak informasi dari sekedar mata pelajaran yang dibagikan. Anak-anak menjadi penasaran. Ketika mereka berhasil meningkatkan kemampuan mereka lewat belajar dan mengerjakan tugas, anak-anak lebih percaya diri dan merasa berarti.

Kesimpulannya, hadiah ekstrintik ini cocoknya untuk penarik perhatian anak. Kita perlu sadar hal ini hanya akan membantu anak-anak di awalnya. Namun kita tidak bisa mengharapkan mereka tertarik pada mata pelajaran tertentu. Hal ini bertolak belakang dengan hadiah instrintik yang bisa membuat anak semakin tertarik pada mata pelajaran tertentu.

Kita bisa mengkombinasikan keduanya. Mengenai proporsi yang tepat, setiap anak berbeda, jadi kita perlu mengenali anak kita sendiri supaya anak mau belajar. Selain itu, kita bisa menerapkan mindfulness bila kita lihat dia mau belajar tetapi sulit fokus. Semoga bermanfaat infonya.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us