Search

+
perbedaan-user-interface-dan-user-experience
Perbedaan User Interface dan User Experience Biar Gak Asal Sebut

Saat ini banyak sekali perusahaan yang membuka lowongan kerja User Experience. Namun kadang-kadang deskripsi pekerjaan masih campur aduk. Kita pun kurang mengerti perbedaan user interface dan user experience. Apakah perbedaan ini hanya sekedar kata-kata karena user experience terkesan lebih trendy dari user interface? Yuk simak jawaban dari iBiG Academy.

User Interface dan User Experience adalah dua pekerjaan yang sudah ratusan tahun, namun oleh indusri teknologi dikenal dengan nama UI dan UX Design. Kedua elemen ini penting dalam pembuatan produk dan mereka sering bekerja berdampingan. Sekalipun pekerjaan mereka berdampingan, tugas mereka sangatlah berbeda.

UX Design berkaitan dengan analisa dan teknis atau sistem kerja, sementara UI Design lebih dekat hubungannya dengan desain grafis. Sebuah produk yang bagus biasanya dimulai dari UX dan dilengkapi oleh UI. Mari kita baca penjelasannya lebih detail di sini.

 

User Experience Design

User Experience Design adalah proses meningkatkan tingkat kepuasan dan kesetiaan konsumen dengan meningkatkan fungsi produk, mudah digunakan dan kesenangan berinteraksi antara konsumen dan produk.

Kita bisa melihat User Experience Design tidak terkait dengan perkembangan teknologi sama sekali. Karena di setiap profesi, kita membutuhkan orang-orang yang ahli dalam user experience design baik perusahan jasa ataupun produk fisik maupun digital.

Tanggung jawab seorang UX designer mungkin mirip dengan orang-orang yang mencari tahu tentang pemasaran. Teknik pencapaian gol keduanya mungkin hampir sama tetapi biar gak bingung, mari simak lebih jelas tanggung jawab User Experience Design.

Strategi dan Konten:

  1. Mereka mempelajari kompetitor
  2. Mereka mempelajari Pembeli
  3. Mereka memperhatikan susunan atau strategi penjualan produk
  4. Pengembangan konten

Wireframing dan Prototyping

  1. Mereka menciptakan strukstur situs yang jelas
  2. Mereka membuat prototype untuk produk
  3. Mereka melakukan testing dan perbaikan bila perlu
  4. Mereka merencanakan proses pengembangan produk

Eksekusi dan Analisa

  1. Mereka berkoordinasi dengan para UI Designer
  2. Mereka juga bekerjasama dengan developer atau programmer
  3. Mereka mengecek progress pekerjaan
  4. Mereka melakukan analisa dan kalau ada ketidaksesuaian, maka mereka bertanggung jawab untuk mengubahnya.

Secara keseluruhan, pekerjaan UX designer itu cukup kompleks dan menantang. Mereka perlu memahami pemasaran, desainer dan project manager sekaligus. Selain itu ketika kita melihat tulisan, UX Designer terkesan hanya melakukan perbaikan dua kali. Namun dalam kenyataannya, perbaikan bisa terjadi di setiap tahapan di atas.

Para UX Designer ini memiliki satu gol yaitu menghubungkan gol bisnis dan kebutuhan calon pembeli dengan serangkaian tes dan perbaikan sehingga memuaskan kedua belah pihak.

Konklusinya,

  • UX Design adalah sebuah proses pengembangan dan perbaikan interaksi yang berkualitas antara calon pembeli dan setiap bagian dari perusahaan.
  • UX designer bertanggung untuk terlibat dalam setiap proses penelitian, testing, pengembangan, konten dan membuat prototype untuk mengetahui apakah hasil akhirnya berkualitas.
  • UX Design adalah sebuah pelaksanaan yang sering dilakukan ratusan tahun lamanya namun namanya sendiri sering digunakan oleh industri digital.

Kalau kita tertarik dengan sosiologi, ilmu kognitif, orang-orang dan produk maka User Experience adalah pekerjaan yang cocok buat kamu. Namun kalau kita lebih tertarik pada visualisasi produk maka kita bisa beralih ke bagian User Interface Design.

 

User Interface Design

Istilah User Interface Design jauh lebih dikenal dibanding UX Design. Namun keduanya berbeda. Bila UX dipenuhi dengan banyak kerjaan yang bersifat tugas untuk optimisasi produk hingga mencapai efektifitas dan nyaman digunakan. Maka User Interface Design adalah pelengkapnya. Dia memberikan rasa dan penampilan yang enak dilihat sehingga orang mau coba menggunakan produk tersebut.

UI Design juga sering disalahmengerti fungsi oleh pemberi tenaga kerja. Mereka sering dikiria sebagai desain grafis. Bahkan mereka menuliskan deskripsi kerjaan desain brand atau orang-orang yang membuat situs. Kadang kala UI Design memiliki deskripsi kerja yang sama dengan UX design. Deskripsi kerjaan yang dibutuhkan juga mirip.

Tentu kedua penjelasan di atas adalah salah. Namun sama seperti User Experience Design, User Interface Design memiliki tugas yang menantang dan terlibat di banyak bagian dalam proses produksi seperti pengembangan, penelitian, konten dan layout. Dan semuanya perlu diterjemahkan menjadi pengalaman yang menarik, mengarahkan dan responsif bagi calon pembeli atau konsumen.

User Interface adalah orang yang bertanggung jawab pada tampilan antarmuka antara sistem komputer dan manusia. Terutama ketika orang memasukkan data dari perangkat ke software. Lebih jelasnya, beginilah kira-kira beginilah tugas seorang UI Designer.

 

Tampilan dan Rasa

  1. Mereka kudu memahami konsumen
  2. Mereka perlu meneliti desain yang sesuai
  3. Mereka perlu memahami branding dan gambar yang menarik
  4. Mereka bisa membimbing konsumen dalam menggunakan situs

Responsif dan interaktif

  1. Mereka perlu membuat prototype UI
  2. Mereka menciptakan interaktifitas dan animasi
  3. Ukuran situs mereka perlu disesuaikan dengan berbagai perangkat
  4. Implementasi bersama developer

Kesimpulannya,

  • User Interface Design bertanggung jawab untuk memindahkan kekuatan brand dan aset visual ke dalam tampilan antar muka dan menciptakan pengalaman user yang menyenangkan
  • User Interface Design adalah sebuah proses untuk menuntun konsumen secara visual lewat berbagai elemen yang interaktif di setiap platform
  • User Interface Design bergerak di dunia digital, maka mereka perlu bekerjasama dengan developer dan belajar coding

Nah kita sudah tahu perbedaan user interface dan user experience. Tidak ada yang lebih dibutuhkan antara keduanya karena mereka berjalan berdampingan.

 

Ingin membuat situs sendiri? Kita bisa mengikuti kursus Web Design di iBiG Academy. Atau buat anak-anak yang lebih kecil dari usia 6-18 tahun, bisa mengikuti kelas coding anak kami untuk paham tentang programming dan mendapatkan manfaatnya di era teknologi ini.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us