Search

+
Perlukah Tes IQ untuk Anak Dapatkan Jawaban Seobyektif Mungkin!
Perlukah Tes IQ untuk Anak? Dapatkan Jawaban Seobyektif Mungkin!

Orang tua mana saja pasti ingin sekali memiliki anak yang cerdas. Dan cara yang biasanya mereka lakukan adalah dengan melakukan tes IQ untuk anak. Mereka mengajak sang buah hati ke psikolog anak agar dilakukan tes IQ. Dengan demikian, mereka tahu level kecerdasan anak.

Namun, apakah benar tes IQ benar-benar tepat dalam menggambarkan kecerdasan anak? Ada kontroversi dalam hal ini. Ada yang bilang anak dengan IQ tinggi itu pasti cerdas. Contohnya saja Einstein. Kabarnya, IQ ilmuan yang satu ini sangat tinggi. Jauh di atas angka rata-rata.

Di sisi lain, ada yang berpendapat nilai IQ tidak menentukan kecerdasan anak. Makanya, banyak orang yang tidak melakukan tes IQ untuk anak karena keyakinan yang satu ini.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda yakin tes IQ masih tepat untuk menggambarkan kecerdasan anak? 

Tepatkah Hasil Tes IQ Anak?

Tidak bisa dipungkiri banyak ilmuan terutama ahli psikolog yang mempertanyakan ketepatan dari tes IQ anak dalam mendeskrispsikan level kecerdasan anak. Dulu, memang tes IQ dijadikan acuan. Sayangnya, semakin ke sini, semakin banyak orang yang ragu tentang hal tersebut.

Salah satu psikolog klinis, Dr Tony Florio dari Universitas New South Wales mengatakan IQ tidak lagi menjadi satu-satunya cara untuk mengukur kecerdasan anak. Bahkan, ia pun mengatakan bahwa IQ hanya bisa digunakan untuk mengukur kecerdasan anak dalam bidang tertentu saja.

Selain itu, muncul juga pendapat mengenai apa itu kecerdasan. Dulu, anak dikatakan cerdas jika jago dalam bidang matematika. Dan kenyataannya demikian. Ketika tes IQ untuk anak dilakukan, anak yang jago matematika umumnya memiliki nilai IQ di atas rata-rata.

Sayangnya, sekarang anak yang cerdas tidak hanya disematkan pada anak yang jago matematika. Atau jago di salah satu mata pelajaran saja. Pintar atau cerdas memiliki definisi yang lebih luas lagi.

Karena alasan itulah sekarang banyak orang yang tidak melakukan tes IQ untuk anak. Karena itu tidak mutlak menunjukkan kecerdasan anak.

Kegunaan Tes IQ untuk Anak 

Karena pemahaman yang berubah seperti yang sudah dijelaskan tersebut di atas, muncul satu kesimpulan. Tes IQ memang masih dibutuhkan. Hanya saja, tes tersebut hanya untuk mengukur kecerdasan di bidang tertentu saja.

Setidaknya ada 3 kegunaan tes IQ anak; yaitu untuk menguji kemampuan berbahasa anak, pengetahuan umum, serta kemampuan anak dalam memecahkan masalah.

Maka dari itu, Anda sebagai orang tua tidak perlu apatis dengan tes IQ. Tetap saja tes ini penting. Hanya saja, jangan jadikan hasil tes IQ sebagai patokan apakah anak cerdas atau tidak. Jika Anda ingin tahu kemampuan bahasa, pengetahuan umum, atau kemampuan anak memecahkan masalah, silakan bawa anak ke psikolog. Lakukan tes IQ di sana.

Hal-Hal Terkait dengan Tes IQ Khusus untuk Anak 

Sudah pernah menjalani tes IQ? Anda harus tahu tes IQ itu berbeda-beda. Tes yang dilakukan disesuaikan dengan usia peserta tes.

Untuk anak usia antara 6 hingga 10 tahun, ada kriteria soal khusus untuk tes IQ mereka. Apa saja kriteria tersebut?

Jenis Soal

Biasanya, ada 3 jenis soal yang akan diujikan dalam tes IQ untuk anak. Yang pertama adalah tes gambar. Anak akan diberikan gambar yang berbeda. Lalu anak diminta untuk memilih mana gambar yang berbeda.

Yang kedua adalah menghitung jumlah kotak. Jadi, akan ada kotak dengan dimensi yang berbeda. Kemudian, anak diminta untuk menghitung berapa kotak yang ada di gambar tersebut. dan jenis soal yang terakhir adalah pola atau susunan angka. Ini soal logika. 

Jumlah Soal dan Waktu Tes 

Rata-rata, jumlah soal tes IQ anak 30 angka. Untuk menyelesaikan semua soal tersebut, anak diberi waktu 30 menit. Jadi, 1 menit untuk setiap soal.

Tidak Ada Pengurangan Nilai

Tes IQ termasuk ke dalam psikotest. Jadi, tidak ada pengurangan nilai jika jawaban yang dipilih oleh anak Anda salah.

Dengan mengetahui hal tersebut di atas, setidaknya Anda bisa menjelaskan kepada anak terlebih dahulu. Jadi, ketika anak menghadap soal, anak tidak kaget.

Logika Anak Harus Terus Dikembangkan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, anak yang cerdas bukan lagi anak yang nilai matematikanya tinggi. Jadi, mata pelajaran matematika tidak harus dijadikan satu-satunya patokan apakah anak cerdas atau tidak.

Anak yang cerdas sekarang lebih didefinisikan sebagai anak yang mampu menghadapi masalah dan menyelesaikan masalah tersebut. Karena pada dasarnya anak disiapkan untuk bisa menghadapi kehidupan nyata setelah selesai sekolah nanti.

Maka dari itu, sebagai orang tua, Anda sebaiknya terima saja apa kelebihan anak. Tidak perlu Anda paksa anak untuk jago matematika hanya agar anak terlihat pintar.

Anda perlu mengajarkan anak tentang logika. Karena inilah dasar yang penting agar anak bisa menjalani hidup di kehidupan nyata nanti. Logika yang kuat membuat anak mampu menyelesaikan masalah yang ia hadapi.

Bagaimana caranya? Caranya, Anda bisa masukkan anak ke kelas coding anak. Ini memang sekolah untuk belajar coding sehingga anak bisa membuat aplikasi atau game sederhana sendiri. Namun, selain itu, anak juga mengasah logika. Dengan harapan anak tidak hanya pintar coding tapi juga logikanya selalu berkembang. Anak akan semakin siap untuk menghadapi segala masalah yang ia hadapi di kehidupannya nanti. 

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us