Search

+
pekerjaan-animator
Persiapan Mendapatkan Pekerjaan Animator

Kita sudah membahas tentang apa itu animator, perbedaan animator 2D dan 3D serta perkembangannya di Indonesia. Sekarang kita akan membaca kualifikasi general yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan animator.

Hasil karya seorang animator sangat dibutuhkan dalam film, komersil, program televisi dan video game. Dan seorang calon animator sebaiknya terfokus pada satu media dan juga satu area tertentu seperti penokohan, latar belakang, pemandangan dan lain sebagainya. Fokus ini sangatlah penting karena animator adalah sebuah spesialis di bidangnya.

 

Tugas Animator

Sebelum seorang anak ingin menjadi animator, dia perlu mengetahui tugas sehari-hari seorang animator yang diharapkan dari pekerjanya.

  1. Membuat sebuah tokoh animasi yang kaya akan ekpresif
  2. Bisa menghasilkan gambar 3D berkualitas untuk memasarkan produk secara komersil
  3. Menghasilkan animasi berkualitas tinggi dengan menggunakan tangan dan juga komputer
  4. Memberikan dan menerima kritik serta saran yang membangun dan kreatif dalam tim
  5. Bisa berkolaborasi dengan animator lainnya, klien dan produser
  6. Membuat bentuk awal atau prototype dan hasil akhiruntuk produk-produk baru
  7. Bisa menghasilkan sebuah konsep ide lewat diskusi lengkap dengan sketsa dan catatannya
  8. Memahami dan mengeksekusi arahan dari Lead Animator atau Animation Supervisor

 

Kualifikasi Animator yang dicari

Kebutuhan akan animator semakin meningkat setiap tahunnya dan tidak akan berhenti hingga beberapa puluh tahun ke depan. Namun peminatnya sangatlah banyak sehingga persaingan tinggi.

Sekalipun seorang anak tidak butuh kuliah untuk menjadi animator, namun para pekerja lebih memilih orang yang lulus sarjana. Beberapa jenis jurusan yang biasa dipilih adalah animasi, seni grafik, dan seni rupa. Buat anak-anak yang ingin menjadi animator video game, maka dia bisa menekuni kurusan video game.

Rata-rata perusahaan memiliki aplikasi pembuatan animasi yang spesifik dan biasa mereka gunakan. Jadi para animator ini perlu belajar aplikasi baru dan memiliki keinginan belajar yang tinggi. Dan kalau seorang calon animator menguasai beberapa jenis aplikasi, maka akan meningkatkan persentase diterima oleh perusahaan.

Para perusahaan ini juga mencari orang-orang yang kreatif dan artistik. Karyawan mereka perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik dari sisi mendengar maupun mengkomunikasikan pendapat. Mereka bisa mengelola waktu yang baik. Mereka perlu bisa menghasilkan animasi, menggunakan aplikasi untuk mengedit video dan menggunakan komputer.

Kemampuan komputer diperlukan bukan saja untuk membuat animasi. Namun beberapa dari animator ini juga perlu mengerti dan menggunakan coding dalam proses produksi animasi. Ekspektasi para pemilik perusahaan ini juga sangat tinggi. Mereka berharap para animator bisa:

  1. Mendengarkan dan menjalankan arahan, berkomunikasi dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya
  2. Bisa menggambar dan membuat storyboard
  3. Etika kerja yang luar biasa, karakter yang berintegritas dan profesional
  4. Mereka bisa memilih prioritas, multitasking dan juga rela dikejar tenggat waktu
  5. Memiliki sikap yang positif

 

Mempersiapkan anak untuk menjadi animator
Langkah 1: Investasi anak ke dalam kursus coding anak

Kursus coding anak tidak hanya berbicara mengenai trend. Tetapi banyak sekali profesi termasuk animator yang membutuhkan orang-orang yang memahami komputerisasi. Mereka yang memiliki pengetahuan komputerisasi akan lebih banyak dicari.

Orang tua yang ingin anaknya lebih memahami tentang komputer dan tinggal di daerah BSD bisa mendaftarkan anaknya di iBiG Academy. Kami menyediakan kelas coding ini untuk anak usia 6 tahun. Anak-anak yang belajar coding, tidak hanya lebih mudah belajar animasi juga mendapatkan banyak soft skills yang dibutuhkan di masa depan.

 

Langkah 2: Mendapatkan sarjana di bidang yang tepat

Pada saat memilih jurusan kuliah, anak-anak bisa mengambil fakultas desain komunikasi visual (DKV). Di fakultas ini, anak-anak akan belajar kemampuan seni menggambar 2D, 3D, multimedia dan juga teknologi yang digunakan dalam industri tersebut. Fakultas ini juga mengajarkan berbagai spesialis dalam animasi seperti gaming, efek visual dan jenis-jenis animasi dengan berbagai media.

Apabila ada jurusan yang lebih spesifik, anak-anak perlu memilih jurusan yang sesuai dengan minatnya. Soalnya animasi di film dan di game berbeda. Pada saat kuliah, anak-anak perlu membuat banyak portfolio yang bisa menunjukkan kemampuan mereka. Portfolio ini ke depannya akan diminta oleh para pemberi kerja untuk review aplikasi pekerjaan baik sebagai intern, pegawai tetap atau freelance.

 

Langkah 3: Mendapatkan pengalaman bekerja

Para pemberi kerja biasanya lebih memilih animator yang sudah memiliki pengalaman bekerja. Jadi anak-anak yang sedang kuliah bisa menjadi intern untuk mendapatkan pengalaman tersebut. Selain itu, intership juga ada prasyarat kelulusan.

Setelah lulus, para animator ini akan bekerja sebagai asisten untuk sementara waktu sebelum bisa beralih menjadi animator. Bagi generasi milenial yang lebih memilih freelance, banyak perusahaan menawarkan pekerja lepas untuk profesi animator. Jadi generasi ini bisa mendapatkan banyak pengalaman.

Kadangkala menjadi tenaga sukarela juga meningkatkan pengalaman bekerja. Banyak animator yang menyediakan layanan animasi ke sekolah, organisasi nirlaba, bisnis kecil dan lain-lain untuk memperindah websitenya. Atau mereka membuat film singkat untuk branding mereka.

 

Langkah 4: Meningkatkan profisiensi

Teknologi terus berkembang. Dan anak-anak harus memiliki kebiasaan untuk meningkatkan kemampuannya dengan belajar sehingga bisa bersaing. Mereka bisa mengikuti kelas-kelas yang mengajarkan aplikasi pembuatan animasi yang lebih canggih. Jangan lupa juga untuk mengikuti website yang berkaitan dengan animator.

 

Langkah 5: Mempertimbangkan spesialis

Seorang spesialis tentu lebih dihargai dan persaingannya juga semakin kecil. Apabila anak-anak tersebut sudah memiliki pengalaman bekerja dan menemukan minat untuk mendalami bidang tertentu, S2 adalah jawabannya.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us