Search

+
Sang Buah Hati Suka Game Daftarkan Saja ke Kelas Coding untuk Anak
Sang Buah Hati Suka Game? Daftarkan Saja ke Kelas Coding untuk Anak

Banyak orang tua yang mengeluh ketika anak mereka suka main game. Sampai-sampai anak mereka lupa waktu. Namun, di sisi lain, tidak sedikit orang tua yang melihat hal tersebut sebagai berkah. Mereka justru memanfaatkan hal tersebut dengan langsung memaskkan sang buah hati ke kelas coding untuk anak.

Terdengar tidak bijak. Bagaimana bisa orang tua justru mendukung hobi main game anak. Mungkin itu yang juga Anda pikirkan.

Bagi kebanyakan orang tua, anak main game itu hal yang buruk. Namun, coba lihat dari perspektif yang berbeda.

Tinggalkan Perspektif Kuno

Dulu sekali, orang tua sangat melarang anak terlalu lama main game. Bahkan, kebanyakan mereka melarang anaknya main game.

Waktu dulu, game berbeda dengan yang sekarang. Belum ada smartphone pada 20 tahunan yang lalu. Adanya hanya game board, Ding Dong, dan game semacamnya.

Bagi orang tua zaman dahulu, bermain game itu buruk. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan meningkatkan kecerdasan. Bahkan, ada stigma di mana anak yang suka main game pasti prestasi di sekolah jelek.

Untuk Anda yang berusia 30an tahun ke atas, tentu Anda bisa memahami hal tersebut. Anda bisa ingat lagi betapa marahnya orang tua ketika melihat kita kebanyakan main game.

Orang tua lebih suka melihat anak mereka ambil les. Bukan main game.

Bagaimana dengan sekarang? Beda zaman, beda juga perspektifnya. Sekarang, justru banyak orang tua yang memasukkan anak mereka ke kelas coding untuk anak. Ini sejenis kursus yang sama dengan kursus lainnya.

Apa kaitannya antara coding dan game? Tentu saja ada kaitannya. Di dalam sekolah coding, anak akan diajarkan pemrograman. Biasanya, anak yang masih kecil bakal diajarkan bagaimana membuat program game sendiri.

Jadi, di kursus coding untuk anak, anak Anda tidak hanya bermain game. Melainkan menciptakan gamenya sendiri. Bukankah itu membanggakan?

Yang pasti, perspektif mengenai game orang sekarang dengan orang di zaman dahulu berbeda. Jika game dianggap sebagai hal yang membuat anak bodoh oleh orang zaman dulu, sekarang tidak. Justru game menjadi masa depan. Lihat saja bagaimana game bisa membuat orang sukses. Entah itu sebagai pemain maupun pencipta game tersebut.

Bahkan, sekarang sudah ada esport. Sebuah ajang pertadingan game digital. Olahraga tidak hanya yang melulu seputar kegiatan fisik seperti sepakbola. Esport atau game online juga sudah dipertandingkan dan sudah masuk ke dalam jenis olahraga.

Manfaat Anak Belajar Coding 

Dari penjelasan tersebut di atas, jelas sudah ada beda pandangan mengenai game antara orang kuno dengan orang modern sekarang. Konotasi negatif terhadap game sudah tidak ada pada zaman sekarang.

Maka dari itu, Anda tidak akan dianggap sebagai orang tua yang tidak peduli pendidikan jika akhirnya Anda memasukkan anak ke kursus coding anak. Justru Anda akan dianggap orang tua yang tidak mendukung bakat ketika Anda tahu anak Anda punya bakal di bidang coding dan gaming.

Selain itu, sudah banyak pakar psikologi yang menemukan fakta mengenai manfaat anak belajar coding. Apa saja itu?

Mengasah Kreativitas

Sebenarnya, tidak hanya coding saja yang bisa mengasah kreativitas. Bermain pasir di pantai dan membuat istana kecil dari pasir juga kreativitas. Menggambar di atas kertas putih juga kreativitas.

Namun, membuat istana pasir dan menggambar itu kreativitas yang biasa. Tentu bukan berarti tidak perlu dilakukan. Bukan seperti itu. Jika Anda orang tua, mana yang Anda pilih? Anak melakukan kegiatan kreatif yang sesuai dengan masa depannya atau kreativitas biasa? Tentu saja yang sesuai dengan masa depannya, bukan?

Makanya, banyak orang tua yang tidak lagi memasukkan anak mereka ke lembaga kursus menggambar, misalnya. Kursus Bahasa Inggris pun tidak begitu diminati sekarang. Saat ini, banyak orang tua yang memasukkan anak mereka ke lembaga kursus coding anak. Karena coding itu sudah jamannya anak sekarang. Di zaman yang akan datang, coding sudah menjadi hal yang biasa mengingat coding berhubungan dengan dunia digital.

Dengan memahami coding, anak bisa membuat apa saja secara digital. Contoh yang sederhana adalah membuat game. Jika anak Anda suka game, kenapa Anda tidak dorong saja untuk masuk kelas coding untuk anak agar mereka belajar bikin game?

Menyalurkan Bakat

Ada satu pertanyaan yang penting untuk Anda jawab sebagai orang tua. Jika anak mendapatkan nilai yang jelek di mata pelajaran matematika tapi bagus di pelajaran komputer, kira-kira apa yang Anda akan lakukan? Apakah Anda akan memasukkan anak ke kursus matematika atau komputer?

Bijak jika Anda memilihkan kursus matematika. Sayangnya, kebanyakan orang tua bakal mengkursuskan anak mereka ke mata pelajaran yang kurang bagus. Dengan harapan nilainya menjadi bagus.

Perspektifnya harus diubah. Jika anak bagus di mata pelajaran komputer, maka kemungkinan ada bakat anak di sana. Dan disanalah bakat harus diasah. Anak harus diberi ruang yang lebih luas untuk mengembangkan bakatnya tersebut. Salah satunya dengan memasukkan anak ke kursus coding anak.

Belajar Memecahkan Masalah

Coding itu bukan ilmu terapan. Ini lebih pada ilmu logika. Coding hanya digunakan untuk memecahkan sebuah masalah. Saat anak belajar coding, sebenarnya anak sudah punya tujuan untuk membuat suatu karya. Dan mereka dituntut untuk mencapai tujuan tersebut dengan pengetahuan coding.

Makanya, salah satu kelebihan belajar coding bagi anak adalah anak diajarkan untuk belajar memecahkan masalah. Mereka akan terbiasa mengahadapi masalah dan berpikir untuk mencari solusi.

Maka dari itu, pilihan yang tepat jika Anda memasukkan anak ke kelas coding untuk anak. Tentunya Anda harus lihat apakah ada potensi anak suka dengan dunia coding atau tidak.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us