Search

+
belajar-coding
Ternyata Kunci Sukses Bisa Didapat Anak Lewat Belajar Coding

Setiap orang ingin anaknya sukses. Dua kunci utama kesuksesan di masa depan anak adalah ketekunan dan kegigihan. Tanpa keduanya, Anda tidak akan melihat proyek-proyek besar yang berhasil diselesaikan. Untuk mendapatkan keduanya sekaligus, anak-anak bisa belajar coding.

Belajar bahasa programming dan mengembangkan aplikasi itu membutuhkan ketekunan dan kegigihan. Banyak orang menilai kalau kedua karakter ini jauh lebih penting dibanding bakat atau IQ. Bahkan Albert Einstein yang sangat terkenal mengucapkan pernyataan yang mengagetkan.

“Saya tidaklah pintar. Saya hanya bertahan lebih lama dengan masalah-masalah.”

Siapa yang menyangka, orang yang dianggap jenius sepanjang masa ini tidak mendapat solusi dari bermain sulap. Tetapi dari ketekunan dan kegigihan mencari pengetahuan dan uji coba di ruang kerjanya selama bertahun-tahun.

Di dalam kegiatan belajar programming, anak-anak mempelajari cara berpikir programmer yang telah berhasil mengembangkan teknologi-teknologi yang kita gunakan. Anak-anak akan selalu dalam proses mencari dan memperbaiki error. Mereka butuh determinasi untuk melihat proyek yang mereka kerjakan berhasil.

Dengan determinasi dan digabungkan dengan ketekunan, mereka bisa melihat keinginan mereka tercapai. Ketekunan yang dilatih terus menerus akan membangkitkan kegigihan dan tahan banting dalam diri anak-anak.

Anda mungkin berpikir mereka masih terlalu kecil untuk di bawah tekanan. Anak-anak harusnya bermain hingga puas dan beban ditanggung Anda. Pemikiran Anda kurang tepat. Karena sebagai orang tua, kita memiliki tugas untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan.

Anak-anak pasti akan melakukan kesalahan. Mereka akan menemui kegagalan. Anda perlu mempersiapkan mereka untuk bangkit kembali dari kegagalan dan rasa frustasi. Oleh karena itulah, investasi Anda di kelas coding anak menjadi bekal mereka dalam mengejar impian di masa depan.

Mari kita melihat lebih dalam lagi tentang kegigihan dan cara mendapatkannya.

Kegigihan Berkata Kegagalan Itu Normal

Ketika anak-anak membuat aplikasi lewat coding, mereka mendapatkan kemampuan bernama kegigihan. Kegigihan adalah sebuah kemampuan untuk bangkit lagi setelah melakukan kesalahan, menemui kegagalan atau menghadapi perubahan.

Anak-anak perlu bisa bertahan dan tidak gampang putus asa. Angela Duckworth, seseorang yang memahami psikologi menjelaskan fungsi kegigihan dalam kehidupan adalah, “kegigihan adalah kegairahan dan ketekunan untuk gol jangka panjang.”

Banyak orang menyadari kegigihan dan kemampuan bertahan itu penting untuk mencapai kesuksesan. Namun mereka memperdebatkan apakah kemampuan-kemampuan ini bisa dilatih. Di kelas coding, kegigihan bukanlah suatu mata pelajaran khusus. Namun adalah hasil dari proses belajar coding.

Saat coding, anak-anak belajar kalau melakukan kesalahan itu normal. Bahkan kesalahan adalah kesempatan untuk belajar agar mereka tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

 

Debugging juga adalah kesempatan belajar

Debugging adalah suatu proses yang selalu terjadi saat coding. Saat debugging, anak-anak melakukan pencarian, penemuan dan perbaikan error. Dan proses debugging ini selalu terjadi. Dia lah yang menantang anak-anak untuk berusaha lebih baik.

Perbaikan kadang kala tidaklah sulit. Kadang anak-anak hanya perlu menata ulang susunan visual block atau menambah tanda “titik koma” dan program itu bisa berjalan. Sekalipun kadang mereka harus berpikir ulang algoritma ketika mereka belum menemukan hasil yang diinginkan.

Patrick J. Casey dari universitas Hartford mengungkapkan hasil oberservasi yang menarik. Dia berkata banyak kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan agar programming berhasil juga dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.

Casey juga menemukan kegiatan membuat program terutama di area debugging menyediakan ladang subur untuk mengembangkan dan latihan kemampuan problem solving. Apalagi anak-anak berada di lingkungan yang akan menantang untuk maju terus menerus. Debugging meningkatkan kemampuan anak mengenali masalah dan bertekun untuk menyelesaikannya. Dari situlah kegigihan terbentuk.

Beberapa pola pikiran yang biasa kami terapkan kepada murid-murid kami adalah:

  1. Jangan pernah putus asa
  2. Kalau metode yang satu tidak berhasil, pasti selalu ada metode-metode lain yang bisa mereka pikirkan
  3. Ketika mereka sedang tidak bisa menyelesaikannya, kita selalu meminta mereka untuk mengejarkan yang mereka bisa terlebih dahulu sebelum balik menyelesaikan masalah yang menyulitkan mereka.
  4. Kami memastikan anak-anak merasa tantangan itu menyenangkan.
  5. Kami menyuguhkan berbagai sudut pandang tetapi merekalah yang memikirkan dan menemukan algoritma sendiri dalam menyelesaikan tantangan mereka
  6. Tidak ada satu cara yang benar. Guru dan dan murid bisa memiliki metode dalam menyelesaikan masalah

Yuk para orang tua yang menyadari pentingnya ketekunan dan kegigihan, berilah kesempatan bagi anak Anda untuk belajar coding.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us