Search

+
permainan yang mendidik untuk anak
Tips Menjadikan Gadget sebagai Permainan Anak yang Mendidik

Tidak banyak orang tua yang setuju jika gadget itu bisa dijadikan permainan anak yang mendidik. Kebanyakan dari orang tua menganggap gadget itu sumber malapetaka. Anak menjadi malas melakukan aktivitas, kurang bersosialisasi dengan sesama, dan bahkan merusak kesehatan anak.

Apakah Anda juga berpikir demikian?

Tentu sangat bisa dipahami jika Anda juga beranggapan seperti itu. Namun, apakah tidak ada celah untuk menjadikan gadget sebagai permainan edukasi bagi anak?

Semua hal itu memiliki sisi negatif dan positif. Dulu waktu muncul internet, banyak yang menganggap itu internet negatif. Namun, pemikiran tersebut bergeser karena masyarakat melihat dari sudut pandang yang berbeda. Dengan internet, mereka bisa mendapatkan informasi dan ilmu yang diinginkan.

Lalu, mengapa hal yang sama juga dilakukan terhadap gadget? Mengapa Anda tidak melihat gadget dari sudut pandang positif? Dan ini tidak mengada-ada. Memang benar bahwa gadget itu memiliki sisi baik bagi anak.

3 Kunci Menjadikan Gadget Positif untuk Anak

Agar Anda bisa memandang gadget sebagai hal yang positif, Anda perlu mengetahui 3 kunci berikut ini. Dengan memahami tiga hal berikut, Anda akan setuju jika gadget bisa dipakai sebagai permainan anak yang mendidik.

  1. Gadget Tanpa Internet

Yang menjadi masalah biasanya adalah internet. Anak mendapatkan pengaruh negatif karena konten yang kurang mendidik di internet.

Jika itu masalahnya, Anda bisa berikan gadget tanpa internet. Ini solusi yang lebih bijak. Atau ada opsi lain. Anda bisa setting koneksi internet agar anak tidak bisa browsing konten yang kurang baik.

  1. Gadget dengan Permainan Edukasi

Anda bisa jadikan gadget sebagai tempat menyimpan permainan edukasi. Sekarang ini, banyak developer game yang tidak hanya mementingkan kesenangan. Tapi juga untuk meningkatkan kecerdasan.

Dalam hal ini, Anda hanya perlu menyiapkan game semacam itu. Dengan demikian, gadget tidak lagi menjadi barang yang memberikan pengaruh negatif. Sebaliknya, gadget menjadi tempat di mana anak bisa mendapatkan permainan yang mengedukasi anak.

  1. Penentuan Waktu Bermain Gadget

Sekalipun gadget sudah Anda disconnect dengan internet dan sudah diisi dengan game edukatif, tetap saja ada potensi negatif. Misalnya saja kecanduan gadget. Atau anak menjadi malas bersosialisasi dengan masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal ini, Anda bisa tentukan kapan anak boleh memegang gadget dan memainkan permainan edukasi. Misalnya saja, Anda hanya memperbolehkan anak main gadget satu jam setelah pulang sekolah. Ini bisa dijadikan hiburan agar anak melepas penat.

Sementara itu, ketika weekend, Anda bisa memberikan waktu yang lebih luas. Anda bisa biarkan anak main gadget lebih lama. Ini jauh lebih baik daripada anak keluar rumah dan ia bermain game online di warnet atau di tempat lain yang Anda tidak bisa kontrol.

Nah, masih merasa gadget itu memberikan pengaruh negatif? Tidak, bukan? Ini tergantung bagaimana Anda sebagai orang tua melakukan antisipasi. Lebih dari itu, gadget bisa dijadikan sebagai alat untuk menggali potensi anak lho.

Menggali Bakat Anak dari Permainan Gadget

Sebenarnya, agak aneh saja jika orang tua sama sekali tidak memperbolehkan anak bermain gadget. Bagaimaapun juga, zaman sudah berubah. Sekarang ini, digitalisasi sudah terjadi di mana-mana. Dan masa depan itu hampir semua berhubungan dengan dunia digital. Itu artinya gadget menjadi alat yang tidak bisa terpisahkan saat ini dan juga di masa yang akan datang.

Lalu, jika Anda sebagai orang tua, apakah Anda tidak mau menyiapkan masa depan anak sesuai dengan zamannya nanti?

Memang ada sisi negatif dari gadget ini. Namun, ada sisi positif yang bisa membuat gadget sebagai media permainan anak yang mendidik. Lebih dari itu, ini juga bisa menjadi sarana untuk menggali potensi anak.

Tidak ada yang tahu jika ternyata anak Anda hobi dengan game. Namun, bukan bermain game saja. Anak juga ingin sekali bisa membuat game sendiri.

Dulu, game dianggap hal yang negatif. Sekarang tidak. Lihat saja sekarang ada e-sport. Game online dikompetisikan layaknya sepakbola.

Jadi, game tidak lagi hal yang negatif. Dan coba Anda bayangkan jika suatu saat nanti anak Anda mampu membuat game. Potensi tersebut harus digali mulai dari sekarang.

Mungkin awalnya anak hanya main-main game saja. Dan jika Anda tidak mampu untuk menghentikan anak untuk terus main game, mengapa Anda tidak arahkan saja untuk tekuni game? Misalnya saja Anda masukkan si kecil ke tempat kursus coding anak. Di tempat kursus ini, anak akan diajari coding dan ia bisa membuat game sederhana sendiri. Bukankah ini akan sangat membanggakan?

Maka dari itu, gadget tidak lagi harus dianggap sebagai hal yang negatif. Ubah pola pikir Anda. Cari sudut pandang yang membuat Anda mengerti betapa penting gadget untuk masa depan dan kecerdasan anak.

Jadi, Anda tidak perlu bertengkar terus dengan anak karena Anda melarang anak bermain game gadget. Biarkan saja asalkan anak tidak browsing konten negatif, Anda downloadkan game edukasi, dan ada waktu yang ditetapkan anak boleh main gadget.

Dan jika Anda merasa anak suka dengan hal yang berhubungan dengan gadget, coba saja masukkan anak ke kelas coding. Barangkali saja ada potensi anak di bidang tersebut. Jadi, gadget tidak hanya menjadi permainan anak yang mendidik. Lebih dari itu, gadget juga membuka potensi atau bakat besar di dalam diri sang buah hati.

Posted in: Uncategorized @id

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us