Search

+
Yuk Ajak Si Kecil Main-Main Sambil Mengasah Logika Anak
Yuk Ajak Si Kecil Main-Main Sambil Mengasah Logika Anak

Apa yang orang tua harus lakukan untuk mengasah logika anak? Itu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan. Terutama orang tua yang memiliki anak balita. Mereka sadar betul kecerdasan otak anak sangat dipengaruhi bagaimana logika diasah.

Ini jauh beda dengan apa yang diyakini orang tua zaman dahulu. Dulu, anak yang cerdas itu anak yang hafalannya cepat. Misalnya saja baru berusia 3 tahun sudah punya kosakata yang bagus.

Ada balita usia 5 tahun sudah bisa berbahasa asing. Itu anggapan orang tua dahulu tentang anak pintar.

Lain dulu, lain sekarang. Para orang tua mengerti kecerdasan itu tidak hanya karena kemampuan menghafal yang kuat. Melainkan juga kemampuan bagaimana anak mengatasi emosi, memecahkan masalah, dan lain sebagainya. Semua itu jauh dari hal-hal yang bersifat kognitif atau kemampuan hafalan.

Makanya, banyak orang tua yang tidak lagi memaksa anak untuk ikut kursus. Semakin banyak orang tua yang memasukkan anak ke tempat yang bisa mengasah logika anak. 

Sebenarnya, Anda sebagai orang tua juga bisa ikut aktif berperan dalam hal mengasuh logika sang buah hati. Dengan cara apa? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Mainan Sederhana yang Bisa Melatih Logika Anak 

Logika anak bisa dikembangkan dengan permainan-permainan sederhana. Logika tidak selalu berhubungan dengan masalah-masalah. Misalnya saja anak diminta untuk menyelesaikan soal yang rumit. Tidak demikian.

Pada dasarnya, logika anak harus berkembang. Dan apa tandanya? Tandanya adalah anak tidak mudah menyerah ketika ia menghadapi masalah. Sudah ada pola pikir di otak anak bahwa selalu ada jalan di setiap masalah yang ada.

Makanya, ada anak yang tidak langsung menangis ketika jatuh. Ada juga anak yang rela share mainan dengan anak lain. Hal tersebut dikarenakan logika anak sudah berkembang. Anak tahu jika main dan jatuh, itu hal yang biasa. Tidak perlu menangis apalagi bertengkar dengan anak lain hanya karena berebut mainan.

Dari gambaran tersebut, Anda sudah tahu kan betapa pentingnya melatih logika anak? Dan Anda tidak perlu menjadi psikolog untuk bisa melatih logika sang buah hati. Cukup ajak anak bermain permainan sederahan berikut ini:

Bermain Warna dan Bentuk 

Permainan ini sangat sederhana. Dan mungkin Anda sudah pernah memainkan permainan ini dengan sang buah hati.

Bermain warna dan bentuk menjadi cara yang tepat untuk mengasah logika anak, khususnya yang usianya masih di bawah 3 tahun. Ini bukan sekedar permainan untuk mengenalkan anak pada warna dan bentuk. Bukan. Ini juga bisa dijadikan sarana untuk mengembangkan kemampuan logika anak.

Bagaimana caranya? Anda hanya perlu meng print beberapa bentuk dengan warna yang berbeda. Kemudian, gunting gambar tersebut. Buat berpasangan. Dan tugas anak adalah mencocokkan mana yang berpasangan sesuai dengan bentuk dan warna.

Mudah, bukan?

Bermain Lego 

Lego menjadi permainan yang sedang ngehits di antara anak-anak kecil. Namun, bukan itu alasan mengapa sebaiknya Anda belikan anak lego.

Ini permainan yang juga bisa mengasah logika anak. Karena dengan bermain lego, anak berimajinasi, berkreasi, dan juga berpikir bagaimana ia membuat bentuk sesuai dengan gambar. 

Sebaiknya, Anda tidak membantu anak untuk menyelesaikan lego yang anak mainkan. Anda hanya cukup mengamati saja. Biarkan anak berpikir hingga akhirnya ia mampu membuat bentuk lego sesuai dengan gambar.

Congklak

Salah satu permainan tradisional yang sudah mulai tergerus dengan mainan modern adalah congklak. Padalah, manfaat mainan yang satu ini sangat luar biasa. Terutama untuk mengasah logika anak. 

Bermain congklak membuat anak terus berpikir bagaimana agar semua lubang terisi dan ia memiliki isi yang paling banyak. Setiap langkah harus dikalkulasi agar isi di lubang lawan habis. Sementara lubangnya terus terisi.

Bukankah ini permainan yang sangat bagus untuk logika anak?

Dan sebenarnya masih banyak mainan sederhaan lainnya. Anda tinggal cari saja yang kriteria permainannya sama seperti tiga mainan tersebut di atas. Namun, jika anak Anda sudah berusia SD, misalnya, ada pilihan lain untuk benar-benar lebih serius mengasah logikanya.

Orang Tua Harus Lebih Serius Mengasah Logika Anak

Mainan logika sederhana cocok untuk anak usia PAUD dan TK. Namun, untuk anak SD, tentu saja mainan sederhana tersebut kurang menarik.

Ini yang sering menjadi masalah. Anak biasanya kurang tertarik dengan mainan tersebut di atas. Apalagi jika usianya sudah beranjak usia sekolah. Mereka lebih tertarik dengan mainan gadget daripada yang lain.

Apakah itu salah? Salah jika Anda sebagai orang tua hanya membiarkan anak bermain saja. Jika anak suka gadget, mengapa Anda tidak masukkan saja ke kelas coding anak? Di kelas ini, anak tidak hanya akan menjadi obyek game, melainkan subyek atau pelakunya. Anak akan dipandu untuk memahami coding sehingga anak bisa membuat aplikasi dan game sederhana sendiri.

Belajar coding ternyata juga bisa menjadi cara untuk melatih logika anak. Apalagi ini berkaitan dengan yang anak sukai, yaitu game dan gadget. Pastinya, anak akan lebih antusias untuk ikut kursus semacam ini.

Bagi anak, itu hal yang menyenangkan. Ia tidak hanya bisa bermain game tapi juga menciptakan game. Sementara itu, bagi Anda para orang tua, ini bisa menjadi kegiatan positif. Selain untuk mengasah logika anak, ini juga sebagai cara mempersiapkan sang buah hati untuk masa depan di dunia digital.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us