Search

+
stimulasi-kecerdasan-anak
Yuk Cari Tahu 12 Cara Stimulasi Kecerdasan Anak

Tidak ada anak yang ditakdirkan terlahir cerdas atau bodoh. Mereka semua sama cerdasnya. Sebagai orang tua dan juga tenaga pendidik, kita lah yang perlu mencari tahu kecerdasan masing-masing anak dan cara stimulasi kecerdasan anak yang efektif.

Banyak faktor yang menyebabkan anak menjadi cerdas. Anak-anak bahkan bisa dididik sejak dalam kandungan. Contohnya orang tua memperdengarkan lagu-lagu klasik agar anaknya terlahir cerdas atau makan makanan yang mengandung protein.

Pertanyaannya adalah apakah anak masih bisa tambah cerdas setelah dia bertambah usianya? Tentu saja. Kita hanya perlu memastikan anak-anak memiliki kebiasaan-kebiasaan berikut ini.

 

1. Menikmati sarapan sehat setiap hari

Anak-anak yang sarapan memiliki memori yang lebih tajam dan lebih gampang fokus belajar dibanding anak-anak yang melewatkan sarapan. Di pagi hari mereka sebaiknya makan-makanan yang kaya karbohidrat dan protein. Beberapa makanan yang bagus adalah gandum, susu rendah lemak, buah-buahan dan kacang-kacangan.

 

2. Makan makanan dan cemilan yang bergizi

Makanan yang mengandung Omega 3 adalah makanan yang penting bagi otak. Lemak Omega 3 ini adalah bahan pembentuk sel saraf. Ketika kita kurang mengkonsumsinya maka akan berefek negatif ke fungsi neuron-neuron di otak. Jadi anak-anak perlu diberi lebih banyak ikan atau makanan laut lainnya agar kecukupan Omega 3 terpenuhi.

Cemilan yang bergizi juga tidak kalah penting. Pada masa pertumbuhan, anak-anak lebih gampang lapar karena tubuh membutuhkan banyak gizi. Pemberian makanan yang ber-msg atau tinggi lemak tentulah tidak bagus untuk kesehatan dia. Untuk itulah buah-buahan dan sayur perlu diberikan. Selain itu anak yang konsumsi sayur dan buah memiliki IQ lebih tinggi dibanding anak-anak yang tidak mengkonsumsinya.

 

3. Mengajaknya diskusi

Seorang anak yang diajak diskusi atau didengarkan biasanya memiliki tingkat percaya diri yang lebih tinggi. Selain itu diskusi bisa meningkatkan sisi kreatifitas dari anak-anak. Jadi kita bisa melemparkan pertanyaan seperti, “liburan tahun baru mau ke mana? Kira-kira kita perlu mempersiapkan apa?”. Setelah itu nantikanlah dia melemparkan ide-idenya. Ketika mereka asyik memikirkan ide-ide, otak menciptakan hubungan saraf-saraf yang baru dan membuat mereka lebih cerdas.

 

4. Mengatasi stress pada anak

Anak-anak bisa stress karena pelajaran sekolah atau pengaruh lingkungan. Penelitian dari University of Malaga membuktikkan anak-anak stress mendapat nilai akademik yang buruk. Mereka tidak bisa fokus pada saat belajar dan ujian.

Bila anak mengalami stress, kita bisa menjadi pendengar yang baik agar mereka terbuka. Setelah itu kita perlu memastikan seluruh persoalan diselesaikan bersama-sama.

 

5. Anak-anak diajak olahraga

Olahraga meningkatkan kesehatan tubuh anak termasuk juga otak. Sebuah penelitian dari Medical College of Georgia menyatakan, anak-anak berusia 7-11 tahun yang kelebihan berat badan lebih cerdas setelah olahraga. Mereka hanya perlu bergerak 20-40 menit sehari dan orang tua bisa melihat hasilnya setelah 13 minggu.

 

6. Cukup tidur

Anak-anak yang memiliki jam tidur yang cukup memiliki otak yang berfungsi dengan maksimal. Mereka bisa fokus belajar, ingatan yang baik, gampang memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Berbeda dengan anak-anak yang kurang tidur, mereka kesulitan untuk fokus. Biasanya mereka juga memiliki perilaku yang kurang baik di sekolah.

Jadi orang tua perlu konsisten dalam menetapkan jadwal keseharian anak mulai dari jam makan, jam bermain gadget dan jam tidur. Dan orang tua perlu memastikan tidak ada gadget di ruangan sehingga mereka bermain game diam-diam.

 

7. Tanya jawab dengan anak

Pertanyaan-pertanyaan bisa merangsang kecerdasan anak karena otak sedang ditarik kemampuannya. Makanya anak-anak yang memiliki tingkat penasaran tinggi dan suka bertanya biasanya tumbuh menjadi anak yang cerdas. Ketika anak-anak bertanya, orang tua perlu menyiapkan atau mencari tahu jawabannya.

Untuk anak yang lebih besar, kita bisa mengajukan pertanyaannya kembali atau mengarahkan dia untuk mencari tahu jawabannya. Yang terpenting adalah kita sudah memastikan internet aman bagi anak.

 

8. Keluarga yang hangat

Keluarga yang hangat bisa menciptakan emosi anak yang stabil. Bila anak-anak bisa tenang, mereka lebih berani untuk ekplorasi kemampuan mereka. Mereka juga tidak takut untuk membuat kesalahan yang pasti terjadi pada saat pembelajaran. Makanya kemampuan mereka juga meningkat.

 

9. Bermain permain edukatif

Bila kita tidak ingin anak-anak terlalu banyak bermain gadget, maka kita perlu menyibukkan dia dengan kegiatan lain. Kita bisa menyediakan waktu untuk permainan keluarga yang membuat anak berpikir strategis, melatih daya ingat dan kemampuan logika anak. Beberapa di antaranya adalah monopoli, congklak, domino dan lain sebagainya.

Bila permainan di atas terlalu kuno dan kita ingin anak-anak bisa mengikuti perkembangan zaman, kita bisa memberikan permainan hi-tech seperti robotics. Permainan hi-tech mengajarkan anak STEM (Science, Technology, Engineering dan Math) sehingga kemampuan logika anak berkembang pesat.

 

10. Merapikan Rumah

Rumah yang berantakan akan membuat pikiran yang awut-awutan. Menurut penelitian, rumah yang tidak terawat mempengaruhi intelektual anak. Jadi kita perlu menyiapkan lingkungan yang rapi dan terstruktur agar anak-anak bisa nyaman belajar dan fokus.

 

11. Mengurangi kebisingan

Kebisingan membuat anak-anak berkurang daya ingatnya. Jadi kita perlu memastikan anak-anak bisa belajar di ruangan yang tenang seperti memasang alat peredam suara, tirai yang tebal atau jendela ganda.

 

12. Mengikuti kursus sesuai minat

Kursus sangat membantu dalam meningkatkan kecerdasan anak. Terutama bagi orang tua yang tidak memiliki kecerdasan di area yang sama. Misalkan anak-anak dengan kecerdasan visual dan logika matematika bisa mengikuti kursus animasi dan coding agar kecerdasannya meningkat. Bila ingin tahu lebih banyak lagi tentang kursus coding anak di BSD, silahkan hubungi kami.

 

Setelah mengetahui 12 poin ini, kita perlu disiplin melaksanakannya. Stimulasi kecerdasan anak lebih efektif bila dilakukan terus menurs selama 30 hari. Karena anak-anak perlu adaptasi dengan perubahan dan perubahan itu tidak gampang.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us