Search

+
apa-itu-animator
Yuk Cari Tahu Apa Itu Animator

Lapangan kerja di dunia digital semakin besar setiap harinya. Bila anak-anak yang lahir 30-40 tahun yang lalu hanya mengenal pekerjaan seperti dokter, accounting, pelukis, penari dan lain sebagainya. Maka sejak tahun 2000, pekerjaan yang familiar itu mulai merambah ke dunia digital. Salah satunya adalah animator. Yuk cari tahu apa itu animator di sini.

Animator adalah seorang yang menghidupkan gambar. Gambar-gambar ini dibuat secara berurutan untuk menunjukkan sebuah cerita atau mengajarkan sesuatu. Kegiatan menceritakan lewat gambar ini atau yang kita kenal dengan nama animasi ini telah dilakukan sejak 5000 tahun yang lalu. Dan terus berlanjut hingga kita bisa mengagumi karya-karya animator terkenal, Walt Disney.

Perkembangan animator yang analog pun berubah ke arah digital memasuki era digitalisasi. Pada akhir tahun 90-an, kampus-kampus yang mengajarkan ilmu komputer dan desain grafis mulai merambah di Indonesia. Anak-anak IT atau desain grafis mulai diperkenalkan dengan aplikasi Flash atau sejenisnya yang mampu membuat gambar 2D gerak lewat komputer sebagai salah satu mata pelajaran. Dan sekarang kita sudah memasuki zaman yang dikelilingi animasi 3D.

 

Animator Zaman 2D vs 3D

Animator di zaman 2D dan 3D agak berbeda. Pada zaman teknologi lebih terfokus ke 2D, para animator membuat rangkaian gambar yang bergerak atau yang lebih dikenal dengan nama “frame”. Dan mereka harus menggunakan banyak frame untuk menghasilkan sebuah gerakan. Di dalam menghasilkan sebuah gerakan 1 detik, mereka membutuhkan 24 frames.

Tentu hasil karya 2D tidak sekeren 3D. Namun banyak karya-karya 2D yang sangat menarik untuk ditonton. Salah satunya adalah Animasi Vs. Animator Alan Becker. Video animator ini telah menciptakan 4 seri Animation Vs. Animator dan meraih berbagai penghargaan. Dia mengambil konsep breaking the 4th wall di mana The Chose One berbuat ulah. Coba nonton saja video terbarunya.

Perkembangan animasi ke arah 3D membuat tugas seorang animator mulai bergeser. Kebutuhan akan animasi dari berbagai industri telah menumbuhkan banyak lapangan kerja baru untuk mendukung animator sendiri. Akibatnya animator menjadi sebuah pekerjaan yang sangat spesialis dan sangat dibutuhkan dalam produksi video atau animasi yang bagus.

Sebelum seorang animator menyentuh gambar, sebuah karakter perlu melewati banyak tangan. Dimulai dari visual development artist. Dia akan menggambar sebuah tokoh 2D. Setelah itu gambar ini akan diberikan kepada Modeler. Modeler adalah orang yang membuat bentuk atau tokoh menjadi digital polygon atau 3D.

Tokoh tersebut lalu diwarnai oleh texture artist dengan berbagai warna. Dan technical director akan memastikan karakter tersebut bisa mudah bergerak dan berpose dengan bantuan dari layout artist. Dan bila semua sudah selesai, tokoh tersebut akan diberikan kepada animator.

Animator 3D ini bertugas mengembangkan gerakan karakter tersebut, otot-otot dan ekspresi sesuai jalan cerita. Cara tokoh tersebut berjalan, jatuh, ekspresi tersipu-sipu dan sebagainya. Dan terakhir adalah sinkronisasi pergerakan mulut dengan dialog yang telah disiapkan screenwriter untuk dibacakan oleh vocal talent. Dilanjutkan oleh render dan diedit oleh film editor.

Sekalipun kita tampaknya melihat adanya perubahan tugas antara animator 2D dan 3D. Pekerjaan animator 3D juga tidak mudah. Dia harus bisa menggambarkan dan menggerakkan keseluruhan tokoh tokoh tersebut sesuai skenario agar tampak natural.

Untuk itulah, seorang animator kudu mengerti seni akting untuk memberi kehidupan ke tokoh tersebut. Makanya animator juga disebut aktor dengan pensil atau aktor dengan tikusnya. Kita bisa melihat banyaknya pekerjaan seorang animator. Namun jangan khawatir, biasa dalam produksi animasi, ada lebih dari 1 animator di dalamnya.

Teknologi telah banyak membantu animator dan timnya untuk menghasilkan karya yang lebih memukau. Bila aplikasi-aplikasi 2D dulu dikritisi karena menghasilkan gambar yang palsu atau horor. Maka aplikasi-aplikasi animasi zaman sekarang bisa menghasilkan baju, rambut dan kulit yang serupa dengan milik manusia biasa. Bahkan aplikasi ini sudah ditambahkan dengan efek pencahayaan sehingga seperti membuat film.

 

Profesi Animator di Indonesia

Indonesia memiliki banyak animator yang handal. Kita melihat hasil karya mereka lewat berbagai presentasi, iklan dan trik dalam sebuah perfilman. Tidak jarang animator-animator Indonesia direkrut ke luar negeri. Sebut saja beberapa nama seperti Andre Surya, Rini Triyani Sugianto, Marsha Chikita Fawzi.

Namun kita perlu menyadari industri perfilman Indonesia yang berkaitan dengan dengan animasi belum berkembang. Bahkan rata-rata animasi yang ditonton oleh anak-anak pada sore hari atau Sabtu Minggu diimpor dari luar negeri seperti Jepang atau Amerika. Padahal pangsa pasar animasi sangat besar di Indonesia.

Apapun kondisi animasi di Indonesia saat ini, kita tetap perlu mendukung minat anak-anak pada animasi. Kita tidak bisa mengabaikannya dengan berkata tidak ada prospek dan sebagainya. Setiap anak memiliki jalannya masing-masing. Baik nantinya mereka akan berkarier di dalam maupun di luar negeri, potensi mereka pasti akan dilirik suatu saat. Siapa tahu industri film animasi Indonesia berkembang tiba-tiba.

 

Jadi kita semua sudah tahu apa itu animator dan juga perkembangan profesinya di Indonesia. Nanti kita akan membahas kualifikasi dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang animator pada artikel kita berikutnya.

Buat orang tua yang memiliki anak-anak yang ingin belajar animasi, Anda bisa mendaftarkan mereka ke kursus coding anak di iBiG Academy. Kita mengajarkan anak-anak dasar-dasar animasi dan ilmu pemrograman agar memudahkan karier mereka di masa yang akan datang. Untuk keterangan lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami di What Apps 0812-1177-8838.

Posted in: Coding Anak

Comments (No Responses )

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

×

Hello!

Click contact kami dibawah ini untuk whatsapp atau anda bisa email kami ke hello@ibigacademy.com

× Contact us